Dr. Syarifuddin Dorong Kepala Sekolah Jadi Penggerak Transformasi Pendidikan Berpusat pada Murid

SOROTMAKASSAR — MAKASSAR, Penguatan kapasitas kepala sekolah menjadi bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan yang adaptif, berkarakter dan berorientasi pada masa depan. Semangat tersebut disampaikan Dr. Syarifuddin, M.Pd., dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, saat tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Model Kompetensi Kepala Sekolah “Memimpin, Menggerakkan, Mengembangkan”, yang berlangsung 7–9 September 2026 di Hotel Claro Makassar.

Dalam pemaparannya, Dr. Syarifuddin menekankan bahwa kepala sekolah memiliki posisi strategis dalam menentukan arah perkembangan satuan pendidikan. Kepala sekolah tidak cukup hanya berperan sebagai administrator, tetapi harus mampu menjadi pemimpin pembelajaran sekaligus penggerak perubahan yang memastikan seluruh kebijakan sekolah bermuara pada kepentingan dan perkembangan murid.

Menurutnya, kepemimpinan pendidikan yang kuat harus dibangun dengan paradigma berpusat pada murid. Artinya, setiap keputusan, program, pengelolaan sumber daya hingga budaya sekolah perlu mempertimbangkan kebutuhan, potensi, keselamatan, kenyamanan dan masa depan peserta didik.

Dr. Syarifuddin menjelaskan bahwa model kompetensi kepala sekolah dibangun melalui tiga komponen utama yang saling melengkapi, yakni pengetahuan, keterampilan dan perilaku. Pengetahuan menjadi fondasi pemahaman, keterampilan menjadi kemampuan untuk menerapkan pengetahuan, sementara perilaku menunjukkan bagaimana kompetensi tersebut diwujudkan secara konsisten dalam praktik kepemimpinan.

Ia juga menegaskan bahwa kompetensi kepala sekolah harus bersifat nyata dan terukur. Kompetensi harus dapat diamati, dapat diukur dan dapat dikembangkan melalui pengalaman, refleksi, evaluasi serta pembelajaran berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kepala sekolah didorong untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam menghadapi dinamika pendidikan.

Pada aspek kepribadian, Dr. Syarifuddin mengangkat prinsip “menjadi teladan sebelum menjadi pemimpin.” Menurutnya, kepemimpinan yang berkarakter harus bertumpu pada integritas, kematangan moral, spiritual dan emosional, kemampuan melakukan refleksi serta komitmen untuk selalu menempatkan kepentingan murid sebagai orientasi utama.

“Pemimpin pendidikan harus terlebih dahulu mampu memimpin dirinya sendiri. Keteladanan, integritas dan kematangan dalam mengambil keputusan merupakan fondasi sebelum seseorang menggerakkan orang lain,” menjadi salah satu pesan penting dalam penguatan kompetensi kepala sekolah.

Tidak kalah penting, kompetensi sosial menjadi kemampuan yang harus terus diperkuat. Kepala sekolah perlu membangun komunikasi efektif dan kolaborasi dengan guru, murid, orang tua, masyarakat serta jejaring profesional. Sekolah, menurut perspektif tersebut, bukanlah institusi yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan yang membutuhkan gotong royong seluruh pemangku kepentingan.

Dalam kompetensi profesional, Dr. Syarifuddin mendorong kepala sekolah untuk memperkuat kepemimpinan pembelajaran dan tata kelola berbasis data. Kepala sekolah perlu memahami kondisi sekolah secara objektif, membaca data, mengidentifikasi kebutuhan, kemudian mengambil keputusan berdasarkan bukti yang relevan.

Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memastikan sumber daya sekolah digunakan secara efektif, transparan dan akuntabel. Perencanaan program harus disusun berdasarkan kebutuhan nyata, kemudian diikuti monitoring dan evaluasi untuk melihat dampak serta menentukan langkah perbaikan berikutnya.

Dr. Syarifuddin juga menempatkan perbaikan berkelanjutan dan inovasi sebagai bagian penting dari perjalanan kompetensi kepala sekolah. Menurutnya, tantangan pendidikan terus berubah sehingga pemimpin sekolah harus memiliki keberanian untuk melakukan refleksi, mengevaluasi praktik yang berjalan dan menghadirkan pendekatan baru yang lebih relevan dengan kebutuhan murid.

Dalam model kompetensi tersebut, perjalanan seorang kepala sekolah digambarkan sebagai proses “dari paham menuju ahli.” Semakin tinggi level kompetensi yang dimiliki, semakin besar tuntutan terhadap kemandirian, kemampuan berpikir strategis, inovasi dan kapasitas untuk menjadi rujukan bagi lingkungan pendidikan.

Dr. Syarifuddin menegaskan bahwa keberhasilan kepala sekolah pada akhirnya bukan hanya terlihat dari tertibnya administrasi, tetapi dari dampak nyata yang dihasilkan bagi murid. Lingkungan belajar yang positif, guru yang terus berkembang, budaya sekolah yang sehat dan meningkatnya kualitas pembelajaran merupakan bagian dari indikator keberhasilan kepemimpinan.

Kerangka kompetensi tersebut memiliki landasan kebijakan yang antara lain mengacu pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang Guru, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan, Permendiknas Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, Permendiknas Nomor 26 Tahun 2024 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan, serta Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 1 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan.

Melalui materi yang disampaikan Dr. Syarifuddin, para kepala sekolah diharapkan tidak hanya memahami konsep kompetensi, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Kepala sekolah ditantang untuk terus belajar, berkolaborasi, berinovasi dan memastikan setiap kebijakan memberikan manfaat terbaik bagi murid.

“Mari memimpin dengan kompetensi, bertumbuh melalui refleksi, dan berdampak bagi murid,” pesan Dr. Syarifuddin, M.Pd., yang menjadi spirit utama dalam membangun kepemimpinan pendidikan yang lebih kuat dan transformatif.

Gagasan tersebut sekaligus menegaskan bahwa masa depan pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas para pemimpinnya. Ketika kepala sekolah mampu memimpin dengan keteladanan, menggerakkan dengan kolaborasi dan mengembangkan sekolah melalui inovasi, maka perubahan pendidikan tidak hanya menjadi sebuah gagasan, tetapi dapat dirasakan langsung oleh murid dan seluruh ekosistem sekolah. (*Rz)

Top Hit

Politik

Pendidikan

Seputar Sulawesi

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN