Mulawarman Tuding NA Kalap Karena Hasil Lelang Proyek Tiga Triliun Tidak Menggembirakannya

Pin It

SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Mulawarman wartawan senior yang getol mengkritisi kinerja Nurdin Abdullah (NA), menuding NA yang berencana akan mencopot bawahannya karena dituduh membocorkan strategi, adalah bentuk upaya pengalihan masalah yang sesungguhnya dari seorang Gubernur Sulsel yang bernama Nurdin Abdullah. 

Nurdin Abdullah, bukan marah karena strategi Pemprov bocor atau dibocorkan. Tetapi Nurdin Abdullah marah, atas berita salah satu media harian di daerah ini tentang dugaan dirinya bagi-bagi proyek Pemprov ke orang-orang Nurdin Abdullah.

Menurut Mulawarman, sebenarnya yang terjadi, adalah Nurdin Abdullah marah dan selama ini selalu marah kepada seluruh anggota Tim Pokja 30, setiap tim ini selesai melelang dan selesai mengumumkan nama perushaan pemenang lelang proyek Pemprov Sulsel, yang tahun ini nilai keseluruhan proyek hampir mencapai  3 triliun rupiah.

“Tadi pagi saja (Senin, 10/06/2019) Tim Pokja 30 yang  anggotanya terdiri dari perwakilan dinas-dinas di Pemprov itu, dimarah-marahi lagi oleh Pak Gub. Karena hasil lelang dan pengumuman hasil lelang kemarin, tidak memuaskan Nurdin Abdullah. Dan munculnya berita hasil lelang di media massa, harian Rakyat Sulsel,” ungkap Mulawarman yang juga dikenal sebagai pengamat sosial politik ini.

Padahal, lanjut Mulawarman, Tim Pokja 30 ini sudah bekerja profesional, tidak menggubris perusahaan titipan. Yang dimenangkan lelang atau tender, adalah perusahan yang memenuhi persyaratan dan benar-benar perusahaan yang memang pantas atau layak menang lelang. 

Dan sebenarnya, tutur Mulawarman, yang meminta Tim Pokja 30 ini bekerja profesional seperti itu, adalah Gubernur sendiri pada saat membentuk dan mengangkat anggota Tim Pokja 30 itu.

Saat Mulawarman ditanya dari mana dia mendapatkan informasi kalau tadi pagi Gubernur Nurdin Abdullah memarahi Tim Pokja 30 itu,  Mulawarman mengaku, dirinya menjadi wartawan di lingkunngan Pemprov Sulsel, sejak Gubernur Sulsel dijabat Prof Amiruddin sampai Amin Syam. 

“Jadi banyaklah ASN di Pemprov Sulsel kenal baik saya, dan mereka belakangan ini, banyak curhat ke saya. Kebanyakan dari mereka, membanding-bandingkan Nurdin Abdullah dengan gubernur-gubernur Sulsel sebelumnya. Dan mengungkapkan kelambanan birokrasi di Pemprov Sulsel, bukan karena ASN malas. Tetapi mereka selalu harus menunggu arahan dan petunjuk dari staf ahli Pak Gubernur, sebelum mereka bekerja dan menjalankan program,” ujar Mulawarman mengungkapkan keluhan sejumlah ASN di Pemprov Sulsel.

ASN di Pemprov, cerita Mulawarman lagi, juga marah karena dianggap tidak tahu apa-apa oleh Gubernur, dibanding orang-orang swasta yang diangkatnya menjadi staf ahli dan staf khusus Nurdin Abdullah. 

Karenanya, tambah Mulawarman yang dihubungi via telepon itu, ASN di Pemprov sangat berharap DPRD Sulsel benar-benar menggelar hak angket. Meminta penjelasan kinerja Nurdin Abdulah.

Mulawarman kemudian meminta Nurdin Abdullah, agar mengoreksi gaya kepemimpinannya. “Jangan pakai gaya di Bantaeng di Sulsel ini. Sulsel bukan Bantaeng Pak. Dari segi luas dan jumlah penduduknya saja jauh beda. Jadi wajib perlakuan berbeda pula.

“Dan sudahlah itu pencitraan, dan percuma Nurdin Abdullah membayar PR yang mahal, kalau hanya menyarankan Pak Nurdin meresmikan Puskesmas di Kelurahan,” tambahnya lagi.

Mulawarman kemudian kembali mengungkapkan, kalau satu orang lingkaran satu Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah baru saja mengontrak jasa PR yang akan ditugaskannya untuk menangkal derasnya kritikan.

Mulawarman kemudian mengingatkan Nurdin Abdullah yang meminta ke rakyat atau publik untuk mengevaluasinya 5 tahun mendatang, bahwa rakyat sangat berhak mengevaluasi kinerja Nurdin Abdullah setiap saat. Karena, Nurdin Abdullah berkontrak langsung dengan rakyat yang memilih Nurdin Abdullah untuk memimpin Sulsel. 

Sementara wakil rakyat Sulsel di DPRD, kata Mulawarman, punya hak konstitusional, mengevaluasi Nurdin Abdullah sekali dalam setahun. Dan bisa lebih, jika Nurdin Abdullah melakukan kesalahan yang dianggap fatal oleh DPRD Sulsel.

“Hanya pemimpin yang tidak tahu arah kepemimpinannya dan tidak memiliki visi yang takut dievaluasi oleh rakyat yg dipimpinnya,“ tegas Mulawarman menutup percakapannya. (smc)

Top Hit

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN