SOROTMAKASSAR — MAKASSAR, Anggota Ikatan Alumni Training (IKAT) Jepang Sulsel, Herman Daiki, menilai kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan donor darah serta berbagi dengan anak panti asuhan menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan dan memperkuat kebersamaan di kalangan alumni magang Jepang di Sulawesi Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Diklat STIE AMKOP, Jalan Meranti No.1, Minggu (8/3/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan dalam suasana Ramadan itu dihadiri ratusan anggota IKAT Jepang Sulsel bersama keluarga. Selain buka puasa bersama, panitia juga menggelar aksi donor darah serta menyalurkan bantuan kepada anak-anak panti asuhan sebagai bentuk kepedulian sosial para alumni.
Menurut alumni STM Negeri 1 Makassar itu, kegiatan sosial yang dirangkaikan dalam acara buka puasa bersama ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian para alumni terhadap sesama.
Ia mengatakan, Ramadan merupakan momentum yang tepat bagi para anggota untuk kembali berkumpul, menjalin silaturahmi, serta saling bertukar pengalaman setelah menempuh perjalanan karier masing-masing di berbagai bidang.
Herman menilai kebersamaan seperti ini perlu terus dijaga karena para alumni magang Jepang saat ini telah tersebar di berbagai sektor pekerjaan, baik sebagai pelaku usaha maupun profesi lainnya.
Ia berharap para anggota IKAT Jepang Sulsel dapat terus memperkuat kolaborasi dan kerja sama dalam berbagai kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, jejaring alumni yang telah terbentuk selama ini merupakan modal besar untuk mengembangkan berbagai usaha produktif yang dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat.
Herman mengungkapkan, sebagian besar alumni IKAT Jepang Sulsel kini telah terjun sebagai pelaku usaha di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, jasa, industri kecil menengah, hingga usaha di bidang pelatihan tenaga kerja.
Kondisi tersebut, kata dia, menjadi potensi yang sangat besar apabila dikelola secara bersama melalui organisasi, karena para alumni dapat saling mendukung dan memperkuat satu sama lain.
Herman menambahkan, pengalaman bekerja dan magang di Jepang telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi para alumni, terutama dalam hal kedisiplinan, etos kerja, serta kemampuan mengelola usaha secara profesional.
Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan usaha yang dijalankan para alumni setelah kembali ke tanah air.
Dengan latar belakang pengalaman tersebut, Herman optimistis para alumni IKAT Jepang Sulsel memiliki kemampuan untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi di daerah.
Ia menilai, apabila potensi para alumni dapat dikelola secara bersama melalui organisasi, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh anggota, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Selain itu, Herman juga berharap IKAT Jepang Sulsel dapat terus menjadi wadah yang mempertemukan para alumni lintas generasi agar hubungan silaturahmi tetap terjaga dengan baik.
Melalui organisasi tersebut, para alumni diharapkan dapat saling berbagi informasi, peluang usaha, hingga kesempatan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan.
Herman menegaskan, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang tercermin melalui kegiatan buka puasa bersama, donor darah, serta berbagi dengan anak panti asuhan merupakan kekuatan utama organisasi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.
Apabila solidaritas tersebut terus dijaga, para alumni magang Jepang berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah di masa mendatang, tandas Herman Daiki. (Hdr)







