SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Sejumlah tokoh agama berkumpul di Aula Lagaligo, Kantor Bupati Luwu Utara (Lutra), Selasa (6/10/2020).
Tokoh agama Islam, Katolik, Protestan/Kristen, dan Hindu itu bersama Pjs Bupati Lutra, Iqbal Suaeb membahas pandemi Covid-19 yang terus bertambah di Bumi Lamaranginang, julukan Kabupaten Lutra.
Selain itu, mantan Penjabat Wali Kota Makassar bersama tokoh agama terrsebut juga membicarakan penyelenggaraan Pilkada yang aman, damai dan sejuk.
Hadir mendampingi Pjs Bupati Lutra, Staf Ahli Bupati, Andi Sarappi, Kepala Kantor Kementerian Agama, Nurul Haq dan Kabag Kesra, Ari Setiawan yang juga Pjs Camat Sukamaju Selatan.
Pjs Bupati Lutra dalam pertemuan itu dengan tegas meminta seluruh tokoh agama untuk selalu membantu pemerintah dalam penanganan sebaran virus corona yang kian mewabah.
"Kita tak boleh menyerah dengan virus corona dalam masa-masa saat ini dalam hidup kita untuk bekerja dan beraktivitas. Saya meminta para tokoh agama mengambil peran dan selalu memberi edukasi soal penerapan protokol kesehatan di rumah ibadah masing-masing," terang Iqbal Suaeb.
Meski Lutra sudah masuk zona orange, dia berharap kepada para tokoh agama untuk mengambil peran dalam setiap kegiatan keagamaan.

"Saya butuh dukungan kita semua selaku tokoh agama, supaya dalam pesta rakyat lima tahunan, Pilkada di Lutra pada 9 Desember 2020 untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban," pesan Iqbal Suaeb seraya menambahkan untuk selalu menjaga toleransi antar umat beragama.
“Sebenarnya kerukunan dan toleransi antar masyarakat relatif baik, ditandai dengan terjaganya stabilitas daerah dan hubungan antar umat beragama yang positif,” jelasnya lagi.
Namun demikian, Iqbal Suaeb tidak menutup mata akan adanya ketegangan dan potensi konflik yang mungkin muncul.
Menurut dia, agama bukanlah penyebab utama konflik yang terjadi. Pemicu konflik lebih disebabkan faktor-faktor non-agama, seperti sosial, ekonomi, politik, dan kesenjangan.
“Agama hanya dijadikan alat justifikasi dari konflik,” jelasnya.
Ada dua modal utama bagi kita umat beragama di Indonesia untuk mewujudkan kerukunan, kedamaian dan kesejukan, yakni agama-agama di Luwu Utara terkhusus di Indonesia dari Sabang sampai Merauke menekankan prinsip perdamaian dan mengambil posisi jalan tengah dalam sejumlah persoalan.
Selanjutnya, semua agama di Indonesia mengakui kemajemukan. Dalam Islam, kata Iqbal Suaeb kemajemukan adalah Sunatullah.
“Maka itu, di balik keyakinan tentang kemajemukan ada Kemuliaan Tuhan,” pungkasnya. (yustus)








