SOROTMAKASSAR -- Selayar.
Begitu banyak anggaran yang dikucurkan ke setiap desa berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menyejahterahkan masyarakat desa dan memajukan tingkat pembangunan desa.
Adanya sebuah desa yang letak wilayahnya terpencil atau terletak di pulau dan jauh dari jangkauan perkotaan telah menutup mata masyarakat tentang transparansi penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Betapa tidak, pembangunan pemagaran Kantor Desa Khusus Bahuluang di tahun 2018 yang nilai anggarannya tidak diketahui dikatakan selesai padahal belum selesai dan juga tidak menggunakan prasasti Desa Khusus Bahuluang, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Selayar.
Awak media kemudian kunjungi mantan Kepala Desa M. Yasin, yang sekaligus saat ini menjabat sebagai Sekdes Desa Khusus Bahuluang untuk mengkonfirmasi apa yang tidak sesuai dalam pembangunan tersebut.
Menurut M. Yasin mantan Kepala Desa dan sekaligus selaku Sekdes saat ini, pemagaran tersebut memang dirinya yang merencanakan tapi yang mengerjakan itu Kades sekarang karena masa jabatannya sudah selesai hingga akhirnya Kades sekarang yang melanjutkan dan baru berapa bulan juga selesainya pemagaran tersebut.
Lanjut M. Yasin, masalah pemagaran sudah diperiksa oleh Tim Audit Inspektorat kemudian terkait pengacian dan pengecatan pagar tersebut adalah soal gampang karena tidak seberapa juga dananya. "Jadi anda jangan cerita anak-anak,” tukasnya ingin emosi.
Kemudian awak media mempertanyakan tentang Baliho APBDes Anggaran di tahun 2020 kenapa belum terpampang, lalu M. Yasin menjelaskan jika soal Baliho itu tidak terlalu penting untuk dipajang karena masyarakat Desa Bahuluang sudah tahu semua berapa anggaran untuk tahun 2020 ini dan itu soal biasa jika tidak terpasang Baliho APBDes.
Dilain tempat, awak media konfirmasi langsung Kades Bahuluang melalui pesan whatsapp, dan Kades menyampaikan jika pemagaran kantor desa bukan dirinya yang bertanggung jawab. "Itu pekerjaan mantan kepala desa di tahun 2018 dan bukan saya, kemudian kalau masalah Baliho APBDes itu sudah saya suruh bikin karena adanya perubahan," ungkapnya.
Awak media sangat sesalkan dengan bahasa yang dilontarkan oleh Kades Bahuluang, "Kenapa terlalu banyak pertanyaan anda sama saya ?," lalu Kades memblokir kontak whatsapp wartawan. (Tim/UH)








