SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Tahun akademik berjalan 2018/2019, diantara total 450 mahasiswa yang terdaftar di STIE Pembangunan Indonesia (PI), sekitar 60 persen berasal dari Pulau Flores NTT. Para mahasiswa itu memilih lanjut studi pada prodi S1 Manajemen dan S1 Ekonomi Pembangunan.
Demikian disampaikan Ketua STIE Pembangunan Indonesia Makassar, Dr. Rahmawati Baharuddin, SE, M.Si kepada media, Jumat (30/08/2019).
Dijelaskan, mahasiswa asal Pulau Flores itu adalah mereka yang datang kuliah dan sekaligus mencari pekerjaan di kota metropolitan. Pilihan pada kampus karena jadwal kuliah dapat disesuaikan dengan waktu kerja.
"Proses perkuliahan di kampus dilaksanakan pada sore sampai malam, sehingga mahasiswa asal NTT ini yang sambil kerja juga dapat menyesuaikan diri lanjut kuliah," jelas doktor ekonomi PPs-Unhas ini.
"Dominannya mahasiswa asal NTT di kampus juga tidak terlepas dari peranan para alumni yang kembali ke NTT kemudian sukses pada karier masing-masing, mengajak anak-anak muda NTT lanjut studi di kampus," ujar dosen Universitas Mulawarman pada masanya ini.
"Sumber daya dosen yang dimiliki berjumlah 10 dosen tetap yayasan, tiga orang bergelar doktor serta empat orang sedang lanjut S3 di beberapa pengelola program pascasarjana," beber wanita kelahiran Makassar 1966 ini.
STIE PI Makassar dibawah Yayasan Pembangunan Indonesia dengan Ketua Yayasan Pembangunan Indonesia saat ini, Andy Chaeruddin Patompo, SE, MBA, Com. (yahya)








