SOROTMAKASSAR – MAKASSAR.
Akselerasi pelayanan publik di Kecamatan Mariso terus menunjukkan tren positif melalui serangkaian tindakan responsif di lapangan. Sabtu (28/3/2026), di bawah komando Kasi Trantib yang juga menjabat Plt. Kebersihan Mariso, Rusdi, otoritas setempat melakukan penyisiran intensif guna memastikan kondusivitas wilayah, baik dari aspek ketertiban umum maupun estetika lingkungan.
Titik fokus penertiban kali ini menyasar aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan permainan "tembak-tembak" jenis jelly atau omega di sepanjang selasar Jalan Cendrawasih. Keberadaan lapak-lapak tersebut belakangan memicu keresahan warga karena dinilai mereduksi kenyamanan publik serta mengganggu keteraturan lalu lintas di jalur tersebut.
Rusdi menegaskan bahwa pihaknya tidak memberikan ruang bagi pelanggaran yang bersifat repetitif. Personel BKO Satpol PP Kecamatan Mariso telah diinstruksikan untuk melakukan pengawasan melekat. Bagi oknum pedagang yang masih bersikap resisten terhadap teguran persuasif, otoritas kecamatan tidak segan mengambil langkah represif berupa penyitaan properti dagangan, melalui koordinasi taktis bersama Satpol PP Kota Makassar.
"Pendekatan kami tetap mengedepankan sisi humanis, namun ketegasan aturan adalah harga mati. Jika edukasi dan peringatan berulang kali diabaikan, maka instrumen penindakan sesuai regulasi akan segera kami operasikan," tegas Rusdi dalam keterangannya.
Rangkaian dinamika lapangan ini dilaporkan secara berjenjang kepada Camat Mariso, Andi Syahrir Mappatoba, SE., sebagai bentuk akuntabilitas kepemimpinan dalam mengawal marwah ketertiban wilayah.

Sejalan dengan urusan trantib, denyut kebersihan juga dipacu secara simultan. Sejak fajar menyingsing, Satgas Kebersihan Kecamatan Mariso telah menyisir material sampah di sepanjang Jalan Metro hingga ke sejumlah ruas protokol lainnya. Operasi "bersih-bersih" ini dilakukan secara terintegrasi guna memastikan tidak ada residu sampah yang tertinggal, sehingga wajah kota tetap tampak prima.
Rusdi menekankan bahwa konsistensi dan soliditas petugas di lapangan adalah kunci utama transformasi budaya kerja. Baginya, menjaga kebersihan bukan sekadar tugas administratif, melainkan sebuah dedikasi yang harus terinternalisasi dalam sanubari setiap petugas.
Langkah progresif ini selaras dengan mandat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Kota Makassar yang mendorong keterlibatan kolektif seluruh elemen, mulai dari tingkat RT hingga RW. Pemerintah Kecamatan Mariso mengajak seluruh stakeholder untuk bahu-membahu menjaga higienitas lingkungan sebagai fondasi kenyamanan bersama.
"Gerakan kebersihan ini harus menanggalkan kesan seremonial. Ini adalah kebutuhan mendasar dan tanggung jawab moral yang harus termanifestasi dalam aksi nyata di setiap jengkal wilayah Mariso," pungkas Rusdi.
Melalui harmonisasi antara ketegasan aturan dan kepedulian lingkungan, Kecamatan Mariso optimis mampu mengonstruksi ruang publik yang tidak hanya tertib dan bersih, tetapi juga nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.







