SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Sulawesi Selatan minta dana cadangan sebesar Rp 32 miliar untuk persiapan sosialisasi dan pelatihan sebelum memasuki Pemilihan Umum (Pemilu) pada tanggal 17 April 2019.
Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah menyambut baik kedatangan KPU Sulsel untuk membahas soal anggaran rekapitulasi suara dan persiapan sosialisasi.
Olehnya itu, Gubernur Sulsel meminta agar dilakukan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk seluruh komisioner KPU se-Sulsel sebelum menghadapi Pemilu.
“Mungkin kita perlu melalukan Rakor satu kali. Kita buat pelatihan secara menyeluruh semua kabupaten kota,” ungkap Nurdin Abdullah.
Ketua KPU Sulsel, Misna Attas mengaku, permohonan cadangan anggaran tersebut sengaja dilakukan, khawatir anggaran yang disiapkan dari KPU pusat belum bisa cair sebelum digunakan.
“Kami meminta pencadangan dana dari Pemprov, karena saat ini tidak tersedia dalam penganggaran KPU dana untuk rekapitulasi di kecamatan sehingga kalau sekiranya ada, mudah-mudahan dari KPU RI akan turun anggaran itu tapi kalau itu terkendala maka itulah yang kami mohon minta untuk di cadangkan ke Pemprov,” jelasnya saat ditemui, usai melakukan audiensi dengan Gubernur dan Pj Sekda Pemprov Sulsel, di Rujab Gubernur, Jalan Jendral Sudirman, Makassar, Kamis (21/03/2019).
Anggaran sebesar Rp 32 miliar tersebut akan digunakan untuk kegiatan sosialisasi selama 14 hari di tingkat kecamatan se-Sulsel.
“Kami meminta memang anggaran untuk biaya 14 hari persiapan kegiatan rekapitulasi di tingkat kecamatan,” katanya.
Menurutnya, aturan sebelumnya memang waktu sosialisasi hanya 10 hari. Tapi untuk kedepan akan diperlakukan aturan yang 14 hari sosialisasi.
“Tapi itu kan 10 hari sekarang cuma ada kami Provinsi seluruh Indonesia kami meminta dikembalikan seperti dulu 14 hari,” ujarnya. (*)








