SOROTMAKASSAR -- Makassar
Anggota MPR RI Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM, mengajak untuk bersama-sama menjaga rasa nasionalisme dan jati diri bangsa, yang dimulai dari kesadaran diri sendiri, keluarga dan masyarakatme. Ini terungkap saat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika), bekerja sama dengan Karang Taruna Provinsi Sulsel, di Makassar, Senin (24/08/2020).
Kegiatan sosialisasi yang diikuti 150 peserta yang berasal dari Pengurus Karang Taruna Provinsi, Pengurus Karang Taruna Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan Kabupaten Maros, di hadiri Ketua Karang Taruna Provinsi Sulsel, Ir. Farouk M. Betta, MM.

Karena masih dalam kondisi pandemi covid-19, Sosialisasi dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan dan dibagi ke dalam dua tahap untuk menghindasi kerumunaan massa dalam jumlah besar.
Dalam sambutannya, Ketua Karang Taruna Provinsi Sulsel, Ir. Farouk M. Betta, MM, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Anggota MPR RI Dr. H. Ajiep Padindang, SE, MM, karena memberikan kepercayaan kepada Karang Taruna sebagai mitra dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Anggota MPR RI, Dr. H. Ajiep Padindang, SE,MM. Di Karang Taruna biasa kita sapa Kak Ajiep. Kak Ajiep, senior kita yang banyak menginspirasi kita, terlebih Kak Ajiep pernah menjabat Ketua Karang Taruna Sulsel selama dua periode, dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Karang Taruna Sulsel,” lanjut Aru sapaan akrab Ir. Farouk M. Betta, MM.
Dalam pengantar sebelum membuka acara, Ajiep Padindang menyampaikan, Sosialisasi Empat Pilar MPR RI merupakan program MPR RI untuk memasyarakatkan Pancasila sebagai Dasar Negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara, NKRI sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara. Empat Pilar tersebut sesunguhnya merupakan Konsesus Nasional untuk menyatukan Bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk.
Dihadapan peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, mantan Ketua Karang Taruna Sulsel dua periode tersebut, mengajak warga Karang Taruna menjaga rasa nasionalisme dan jati diri bangsa yang harus dimulai dari kesadaran diri sendiri, keluarga dan seterusnya ke masyarakat.
"Memupuk rasa nasionalisme dan jati diri bangsa dapat dilakukan dengan suatu gerakan cinta tanah air dan nilai-nilai kebangsaan. Karenanya nilai-nilai tersebut harus kita jaga, lestarikan, dan dimasyarakatkan demi persatuan dan kesatuan bangsa," terangnya.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu pertanyaan yang mengemuka adalah setelah reformasi Penataran P4 dihapus sehingga pemahaman terhadap Pancasila juga semakin memudar.
Bagaimana upaya meningkatkan kembali pemahaman nilai-nilai Pancasila khususnya dikalangan pelajar dan generasi muda ? Menjawab pertanyaa tersebut, Anggota MPR RI bergelar Doktor tersebut menyampaikan,
"Saat ini memang kita prihatin melihat perilaku generasi muda yang cenderung semakin liberal, akibat pemahaman dan sikap terhadap nilai-nilai luhur bangsa yang semakin memudar. Di Masa Orde Baru memang Pendidikan Pancasila melalui Penataran P4 begitu intens dilaksankan.
Fungsi ini dilaksanakan oleh Lembaga Negara BP7. Saat ini juga telah dibentuk Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) namun pelaksanaan fungsinya belum kelihatan. Karenanya Pendidikan Pancasila harus dikembalikan ke sekolah-sekolah untuk pembentukan karakter bangsa. Saat ini, Lembaga Negara yang paling intens memasyarakatkan nilai-nilai Pancasila adalah MPR RI melalui Program Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Seminar Empat Pilar MPR RI, Dengar Pendapat dengan Masyarakat, dan Penjaringan Aspirasi Masyarakat.” Pungkas mantan Anggota DPRD Prov. Sulsel empat periode tersebut. (rk).








