SOROTMAKASSAR -- Luwu Utara.
Pasca penghitungan real count KPU Kabupaten dan Provinsi, rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 memberikan senyum ceria terus terpancar pada wajah Esra Lamban, Caleg DPRD Provinsi Sulsel dari PDI-Perjuangan di dapil 11 Luwu Raya yang meliputi Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Sedangkan isterinya, Sarce Bandaso Tandiasik yang petahana anggota DPR RI, diperkirakan berpeluang besar melanggeng mulus kembali Senayan.
Suara yang didapatkan Esra Lamban dalam pemungutan suara kemarin cukup signifikan. Ia bersyukur akan terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulsel periode 2019-2024.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat di dapil 11 Luwu Raya dengan meraih 13.831 suara dan tertinggi di internal PDI-Perjuangan," ucap Esra Lamban kepada media ini, Senin (06/05/2019) malam.
"Yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya. Semoga saya amanah dan silahkan dilakukan peneguran jika nanti tidak amanah," sambungnya.
Esra Lamban yang juga mantan calon Wakil Bupati Luwu Timur (Lutim) pada pilkada lalu mengaku, sebagai politisi di PDI-Perjuangan, dirinya masih harus banyak belajar dalam bertugas sebagai wakil rakyat ke depannya. Dia ingin menyerap banyak ilmu dan kemampuan lainnya dari politisi senior atau petahana.
“Saya ingin cepat beradaptasi sehingga aspirasi masyarakat Luwu Raya bisa segera tersalurkan,” ujarnya.
Dia mengaku, semasa kampanye, saat terjun ke tengah masyarakat, Esra Lamban dan Sarce Bandaso Tandiasik banyak mendapatkan masukan. Dari pertemuan-pertemuan di banyak forum tersebut membuat dirinya bisa mengetahui keinginan dan harapan masyarakat.
“Saat kampanye lalu, baru kita tahu keluh kesah masyarakat. Syukur kepada Tuhan, aspirasi dan keinginan warga akan terus saya dan ibu Sarce suarakan di DPRD Provinsi Sulsel dan DPR RI,” imbuh suami Sarce Bandaso Tandiasik, warga Soroako Lutim ini.
Sekedar diketahui Sarce Bandaso Tandiasik bertarung di dapil 3 Sulsel dan berhasil melombai rivalnya yakni Yakobus Mayong Padang dengan perolehan suara yang diraih Sarce sebanyak 46.321 suara.
Dalam soal penempatan komisi, Esra dan Sarce) menyerahkan sepenuhnya kepada Partai. Keduanya tidak ingin memilih atau ingin duduk di komisi tertentu. Yang jelas Esra dan Sarce ingin dimanapun komisi yang dipilihkan, tetap bisa membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat ini harus bisa kami emban secara penuh. Komitmen saya dan isteri sesuai dengan arahan PDI-Perjuangan untuk dekat dengan masyarakat wong cilik,” terang Esra.
Sementara Sarce yang berpeluan besar lolos kembali sebagai anggota DPR RI juga terbuka. Namun menurut Esra, lolos dan tidaknya dirinya, masih menunggu hasil rekapitulasi KPU Pusat yang sedang tahap penghitungan.
“Jika duduk sebagai wakil rakyat, paling utama adalah amanah dan bisa menjadi aspirator yang murni dalam memperjuangkan nasib rakyat wong cilik,” pungkas Sarce Bandaso Tandiasik. (yustus)
Pasca penghitungan real count KPU Kabupaten dan Provinsi, rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 memberikan senyum ceria terus terpancar pada wajah Esra Lamban, Caleg DPRD Provinsi Sulsel dari PDI-Perjuangan di dapil 11 Luwu Raya yang meliputi Palopo, Luwu, Luwu Utara dan Luwu Timur.

Sedangkan isterinya, Sarce Bandaso Tandiasik yang petahana anggota DPR RI, diperkirakan berpeluang besar melanggeng mulus kembali Senayan.
Suara yang didapatkan Esra Lamban dalam pemungutan suara kemarin cukup signifikan. Ia bersyukur akan terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Sulsel periode 2019-2024.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat di dapil 11 Luwu Raya dengan meraih 13.831 suara dan tertinggi di internal PDI-Perjuangan," ucap Esra Lamban kepada media ini, Senin (06/05/2019) malam.
"Yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya. Semoga saya amanah dan silahkan dilakukan peneguran jika nanti tidak amanah," sambungnya.
Esra Lamban yang juga mantan calon Wakil Bupati Luwu Timur (Lutim) pada pilkada lalu mengaku, sebagai politisi di PDI-Perjuangan, dirinya masih harus banyak belajar dalam bertugas sebagai wakil rakyat ke depannya. Dia ingin menyerap banyak ilmu dan kemampuan lainnya dari politisi senior atau petahana.
“Saya ingin cepat beradaptasi sehingga aspirasi masyarakat Luwu Raya bisa segera tersalurkan,” ujarnya.
Dia mengaku, semasa kampanye, saat terjun ke tengah masyarakat, Esra Lamban dan Sarce Bandaso Tandiasik banyak mendapatkan masukan. Dari pertemuan-pertemuan di banyak forum tersebut membuat dirinya bisa mengetahui keinginan dan harapan masyarakat.
“Saat kampanye lalu, baru kita tahu keluh kesah masyarakat. Syukur kepada Tuhan, aspirasi dan keinginan warga akan terus saya dan ibu Sarce suarakan di DPRD Provinsi Sulsel dan DPR RI,” imbuh suami Sarce Bandaso Tandiasik, warga Soroako Lutim ini.
Sekedar diketahui Sarce Bandaso Tandiasik bertarung di dapil 3 Sulsel dan berhasil melombai rivalnya yakni Yakobus Mayong Padang dengan perolehan suara yang diraih Sarce sebanyak 46.321 suara.
Dalam soal penempatan komisi, Esra dan Sarce) menyerahkan sepenuhnya kepada Partai. Keduanya tidak ingin memilih atau ingin duduk di komisi tertentu. Yang jelas Esra dan Sarce ingin dimanapun komisi yang dipilihkan, tetap bisa membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat ini harus bisa kami emban secara penuh. Komitmen saya dan isteri sesuai dengan arahan PDI-Perjuangan untuk dekat dengan masyarakat wong cilik,” terang Esra.
Sementara Sarce yang berpeluan besar lolos kembali sebagai anggota DPR RI juga terbuka. Namun menurut Esra, lolos dan tidaknya dirinya, masih menunggu hasil rekapitulasi KPU Pusat yang sedang tahap penghitungan.
“Jika duduk sebagai wakil rakyat, paling utama adalah amanah dan bisa menjadi aspirator yang murni dalam memperjuangkan nasib rakyat wong cilik,” pungkas Sarce Bandaso Tandiasik. (yustus)








