SOROTMAKASSAR - GOWA.
Sebagai langkah nyata memperkuat mitigasi bencana, Tim Lontara dari PPK Ormawa Student Planning Society (Space) Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) sukses menggelar pelatihan manajemen dapur darurat dan logistik bertajuk “Pakkatuju: Pasca Bencana”.
Aksi kemanusiaan ini terwujud berkat kolaborasi erat bersama Kelompok Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Gowa, yang dihelat pada Kamis (23/7/2026) lalu di Dusun Tombongi, Desa Lonjoboko, Kabupaten Gowa.
Kehadiran program ini disambut hangat oleh warga Dusun Tombongi. Tingginya antusiasme masyarakat terlihat jelas dari beragamnya kelompok usia yang hadir dan menyimak materi pelatihan dengan penuh perhatian sepanjang sesi.
Tidak hanya masyarakat umum dan pemuda setempat, kegiatan edukatif ini juga dihadiri langsung oleh jajaran perangkat desa, seperti Sekretaris Desa, Kepala Dusun, hingga perwakilan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) Desa.
Dukungan penuh turut mengalir dari Ketua Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Gowa, Muh. Jufri, S.Si. Ia mengapresiasi tinggi inisiatif serta kepedulian yang ditunjukkan oleh jajaran mahasiswa FT Unhas tersebut.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa PPK Ormawa Space FT-UH atas konsistensi aksi kemanusiaan yang mereka jalankan, baik di kawasan ini maupun di titik-titik lain di Kabupaten Gowa,” ungkap Jufri.
Ia menambahkan, “Selaku perwakilan Tagana, kami sangat menyambut baik kegiatan ini. Harapannya, aksi pengabdian masyarakat yang menyentuh langsung kebutuhan warga seperti ini bisa terus dimasifkan oleh perguruan tinggi.”

Sementara itu, Ketua Tim PPK Ormawa Space FT-UH 2026, Andi Khusnul Rijal Rivai, menjelaskan kepada media pada Senin (27/7/2026) bahwa acara tersebut juga diwarnai dengan pembagian bantuan makanan anak dari Dinas Sosial Kabupaten Gowa di penghujung sesi materi.
Khusnul mengungkapkan, perhatian dari Dinas Sosial menjadi bahan bakar semangat bagi timnya untuk terus berinovasi memformulasikan program pengabdian yang tepat sasaran dan berdaya guna bagi warga.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak, terutama Dinas Sosial, atas sinergi luar biasa ini. Berhubung Desa Lonjoboko merupakan kawasan rawan longsor, kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam mengelola logistik dan dapur darurat saat krisis terjadi,” papar Khusnul.
Langkah strategis para mahasiswa ini juga tak lepas dari bimbingan Ir. Dewa Sagita Alfadin Nur, ST, MT, selaku dosen pendamping. Dalam arahannya, Dewa berpesan agar seluruh anggota tim senantiasa menjaga soliditas dan komitmen dalam mengeksekusi setiap rancangan program.
“Sebagai mahasiswa yang turun langsung membawa niat baik dan solusi mitigasi bencana longsor, kekompakan adalah kunci. Harapan utamanya adalah ilmu dan solusi yang dibagikan ini nantinya benar-benar bisa diterapkan secara mandiri oleh masyarakat setempat,” tegas sang dosen pembimbing. (*)


