TEKPALA FT UMI Tuntaskan Mushala di Pulau Terluar Pangkep, Pengabdian Mahasiswa Berlanjut hingga Samatellu Pedda

SOROTMAKASSAR — MAKASSAR, Teknik Pecinta Alam Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (TEKPALA FT UMI) Makassar kembali melanjutkan pengabdian kepada masyarakat di Pulau Samatellu Pedda, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Koordinator Lapangan Muhammad Nabil mengatakan, kegiatan yang berlangsung pada 13–19 Juli 2026 itu difokuskan untuk merampungkan pembangunan Mushala Ar-Rahman sekaligus menjalankan sejumlah program pemberdayaan lingkungan bagi warga pulau.

Menurutnya, pulau Samatellu Pedda merupakan salah satu pulau terpencil di Kabupaten Pangkep yang dihuni 58 jiwa atau 17 kepala keluarga. Kehadiran mahasiswa di pulau tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Masa Pengabdian Pertama (MPP) XIII yang rutin dilaksanakan TEKPALA FT UMI pada setiap periode kepengurusan.

Nabil melanjutkan, pekerjaan yang dilakukan selama sepekan meliputi penambahan dinding mushala, pemasangan plafon, pengecatan bangunan, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), pembuatan tempat sampah, serta aksi bersih lingkungan bersama masyarakat.

"Program ini kami fokuskan untuk menyelesaikan pembangunan Mushala Ar-Rahman agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat, sekaligus menghadirkan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman melalui sejumlah kegiatan pendukung," kata Nabil via seluler, Selasa (21/7/2026).

Kata dia, MPP merupakan program kerja wajib TEKPALA FT UMI Makassar. Pada periode kepengurusan 2024–2026, kegiatan tersebut menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program ini juga diarahkan untuk membentuk mahasiswa yang kreatif, mandiri, dan inovatif melalui keterlibatan langsung dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum TEKPALA FT UMI Makassar Saharuddin menilai kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda organisasi, tetapi juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaktualisasikan nilai-nilai kemanusiaan.

Menurut dia, mahasiswa harus mampu menghadirkan manfaat nyata melalui ilmu dan pengalaman yang dimiliki, sehingga keberadaan organisasi tidak hanya identik dengan aktivitas kepecintaalaman, melainkan juga dengan kontribusi sosial kepada masyarakat.

Sahar (sapaan akrab Ketum TEKPALA FT UMI Makassar, red) menjelaskan, dengan rampungnya pembangunan tersebut, Mushala Ar-Rahman diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ibadah sekaligus memperkuat aktivitas keagamaan masyarakat Pulau Samatellu Pedda.

Apresiasi terhadap kegiatan itu juga datang dari Ketua Umum Senat Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Teknik UMI (SEMA KAMABAFATEK), Muhsin Haeruddin. Ia menilai mahasiswa teknik memiliki tanggung jawab yang tidak hanya terbatas pada capaian akademik, tetapi juga pada kepekaan sosial dan kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Menurut Muhsin, pelaksanaan Masa Pengabdian Pertama menjadi bukti, kompetensi di bidang keteknikan dapat diimplementasikan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, merupakan perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang semestinya terus dijaga dan dikembangkan.

Melalui MPP XIII, TEKPALA FT UMI Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengabdian yang berkelanjutan. Selain menyelesaikan pembangunan fasilitas ibadah, kegiatan itu juga memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses pembangunan, tandas Muhsin. (Hdr)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN