Di Lemhanas, Mentan Amran Titip Keberlanjutan Swasembada Pangan kepada Calon Pemimpin Bangsa

SOROTMAKASSAR - JAKARTA.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menitipkan pesan kepada para peserta Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Lemhanas RI agar menjaga keberlanjutan program-program strategis nasional, terutama swasembada pangan dan hilirisasi pertanian. Menurutnya, keberhasilan yang telah dicapai saat ini harus menjadi fondasi pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menjadi pembicara pada Seminar Nasional Lemhanas RI bertema Membangun Kedaulatan Pangan Nasional Melalui Tata Kelola, Inovasi Teknologi Pertanian, dan Human Capital dalam Rangka Menghadapi Dinamika Geopolitik Global di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Dalam paparannya, Mentan Amran menjelaskan berbagai capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor pertanian, mulai dari percepatan swasembada pangan hingga hilirisasi komoditas pertanian yang mampu meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

“Hari ini kami diundang untuk menyampaikan capaian-capaian pemerintah. Salah satunya target swasembada pangan yang berhasil dicapai dalam satu tahun. Kemudian hilirisasi, bagaimana kita mengolah bahan baku sendiri menjadi produk jadi sehingga nilai tambahnya dinikmati di dalam negeri,” ujar Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, para peserta Lemhanas merupakan calon pemimpin bangsa yang kelak menentukan arah pembangunan nasional. Karena itu, keberhasilan berbagai program strategis tidak boleh berhenti pada pemerintahan saat ini, melainkan harus terus dijaga dan diperkuat oleh generasi pemimpin berikutnya.

“Para peserta Lemhanas ini adalah calon pemimpin Republik Indonesia ke depan. Program-program yang sudah baik harus dijaga keberlanjutannya, jangan sampai terhenti. Dengan begitu, cita-cita Indonesia Emas 2045 dan Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara besar dunia dapat terwujud,” katanya.

Mentan Amran juga menekankan bahwa kepemimpinan ditentukan oleh keberanian mengambil keputusan yang tepat, terutama saat menghadapi tekanan dan tantangan. Menurutnya, banyak kebijakan besar lahir bukan dari situasi yang nyaman, melainkan dari keberanian melakukan perubahan demi kepentingan rakyat.

Sebagai contoh, ia menjelaskan reformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang dilakukan pemerintah atas arahan Presiden Prabowo agar harga pupuk dapat ditekan tanpa menambah beban anggaran negara. Kementerian Pertanian kemudian mengevaluasi berbagai regulasi yang selama ini memperlambat distribusi pupuk kepada petani.

“Kami membedah satu per satu regulasi yang menghambat. Jalur distribusi yang sebelumnya panjang kami sederhanakan sehingga pupuk lebih cepat diterima petani. Subsidi juga menjadi lebih tepat sasaran dan anggaran jauh lebih efisien,” jelasnya.

Menurut Mentan Amran, keberanian memperbaiki tata kelola tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi anggaran, tetapi juga mendorong peningkatan produksi pertanian, memperkuat kesejahteraan petani, dan mempercepat tercapainya swasembada pangan.

“Inilah pentingnya seorang pemimpin mengambil keputusan yang benar. Kebijakan yang tepat manfaatnya dirasakan jutaan rakyat, sedangkan keputusan yang keliru dapat menimbulkan kerugian yang jauh lebih besar,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Indonesia mempercepat swasembada pangan juga merupakan hasil keberanian pemerintah mengambil langkah-langkah strategis di tengah ancaman krisis pangan global. Melalui kolaborasi lintas sektor, Indonesia berhasil meningkatkan produksi pangan, membangun cadangan beras pemerintah pada level tertinggi sepanjang sejarah, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Selain itu, pemerintah terus mempercepat hilirisasi komoditas pertanian agar Indonesia tidak lagi hanya mengekspor bahan mentah, tetapi menghasilkan produk bernilai tambah tinggi di dalam negeri. Langkah tersebut diyakini mampu memperkuat daya saing nasional, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Menutup paparannya, Mentan Amran mengajak para peserta Lemhanas menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk melahirkan kebijakan terbaik bagi bangsa.

“Kalau ingin menjadi berlian, kita harus siap menerima tekanan yang lebih besar. Jadilah teladan di tengah masyarakat dan jadilah pemimpin yang mampu menghadirkan kebijakan yang membawa manfaat nyata bagi rakyat. Dengan kepemimpinan yang kuat dan visi yang sama, saya yakin Indonesia mampu menjadi negara maju dan sejajar dengan negara-negara besar dunia,” tutup Mentan Amran. (*)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN