SOROTMAKASSAR -- Bantaeng.
Dalam rangka agenda Safari Ramadan di Kabupaten Bantaeng, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. HM. Nurdin Abdullah meminta kepada seluruh masyarakat Bantaeng agar melupakan perbedaan saat Pemilihan Umum (Pemilu).

"Momentum bulan Ramadan ini adalah untuk kita bersatu kembali, merajut silaturahmi kita, kita kubur dalam-dalam perbedaan kita," ungkap Prof. HM. Nurdin Abdullah dalam sambutannya, yang disambut dengan tepuk tangan hangat dari masyarakat setempat, di Rest Area Bantaeng, Senin (20/05/2019).
Menurut mantan Bupati Bantaeng 2008-2018 itu, Pemilu merupakan salah satu proses untuk menentukan pemimpin masing-masing disetiap wilayah.
"Kita tidak perlu lagi melihat siapa memilih siapa. Pemilu adalah proses. Siapapun yang menjadi presiden itulah presiden kita," tegas Gubernur Sulsel kedua yang bergelar profesor itu.
Pada kesempatan itu juga alumni Unhas Makassar ini menegaskan agar tidak ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) ikut terlibat untuk mendukung gerakan people power.
"Saya kiri tidak perlu people power. Kalau ada PNS yang ikut langsung saya pecat, kemarin ada yang disinyalir ikut terlibat langsung saya berhentikan," beber Prof. HM. Nurdin Abdullah.
Yang perlu dilakukan pemerintah dan masyarakat pasca Pemilu 17 April lalu, bagaimana pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah Provinsi dengan pemerintah Kabupaten/Kota.
"Saya kira tugas kita setelah Pemilu adalah dorong kebutuhan masyarakat kita. Bantaeng ini adalah pemerintah yang melayani. Pemprov Sulsel terus mendorong sinergitas antara pemerintah Kabupaten dan Kota," pungkasnya. (*)
Dalam rangka agenda Safari Ramadan di Kabupaten Bantaeng, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof. HM. Nurdin Abdullah meminta kepada seluruh masyarakat Bantaeng agar melupakan perbedaan saat Pemilihan Umum (Pemilu).

"Momentum bulan Ramadan ini adalah untuk kita bersatu kembali, merajut silaturahmi kita, kita kubur dalam-dalam perbedaan kita," ungkap Prof. HM. Nurdin Abdullah dalam sambutannya, yang disambut dengan tepuk tangan hangat dari masyarakat setempat, di Rest Area Bantaeng, Senin (20/05/2019).
Menurut mantan Bupati Bantaeng 2008-2018 itu, Pemilu merupakan salah satu proses untuk menentukan pemimpin masing-masing disetiap wilayah.
"Kita tidak perlu lagi melihat siapa memilih siapa. Pemilu adalah proses. Siapapun yang menjadi presiden itulah presiden kita," tegas Gubernur Sulsel kedua yang bergelar profesor itu.
Pada kesempatan itu juga alumni Unhas Makassar ini menegaskan agar tidak ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) ikut terlibat untuk mendukung gerakan people power.
"Saya kiri tidak perlu people power. Kalau ada PNS yang ikut langsung saya pecat, kemarin ada yang disinyalir ikut terlibat langsung saya berhentikan," beber Prof. HM. Nurdin Abdullah.
Yang perlu dilakukan pemerintah dan masyarakat pasca Pemilu 17 April lalu, bagaimana pemerintah mendorong sinergi antara pemerintah Provinsi dengan pemerintah Kabupaten/Kota.
"Saya kira tugas kita setelah Pemilu adalah dorong kebutuhan masyarakat kita. Bantaeng ini adalah pemerintah yang melayani. Pemprov Sulsel terus mendorong sinergitas antara pemerintah Kabupaten dan Kota," pungkasnya. (*)








