SOROTMAKASSAR -- Maros.
Perkelahian antar kelompok pemuda terjadi di lokasi acara pesta pernikahan anak dari keluarga Dg Saha di Lingkungan Dulang, Kelurahan Borong, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sabtu (04/05/2019) dinihari sekitar pukul 00.05 Wita.

Akibat perkelahian itu, sebanyak 4 (empat) orang pemuda jadi korban luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Tanralili untuk mendapatkan pertolongan medis. Keempat korban itu masing-masing Kahar (24), Sultan (12), Abdullah (23) dan Abdul Wahab (19).
Lelaki Kahar, seorang petani, mengalami luka robek di bagian punggung sebelah kanan, luka robek di tangan kiri dan kanan. Lelaki Sultan, seorang pelajar, luka robek di bagian dagu. Lelaki Abdullah, seorang petani, luka robek di pergelangan tangan kiri.
Kemudian lelaki Abdul Wahab yang juga seorang petani, mengalami luka robek di bagian punggung sebelah kanan, dan luka di dahi serta dibawah mata sebelah kanan. Keempat tersangka itu merupakan warga Dusun Lokkaya, Desa Tompobulu, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Dalam peristiwa itu, polisi berhasil meringkus 6 (enam) pemuda, yakni M. Rizal (21), Mardi (15), Alwi (17), Nasrul (18), Marzuki (15), dan Ahmad (19). Kecuali Alwi yang beralamat Dusun Kassi-Kassi, Desa Toddopulia, tersangka lainnya berdomisili di Lingkungan Dulang, Kelurahan Borong.
Aparat Polsek Tanralili masih mencari dan mengejar 3 (tiga) pelaku lainnya yang berhasil kabur dari TKP, yakni Acil alias Nasir beralamat Lingkungan Dulang, Kelurahan Borong, lalu Takdir yang juga berdomisili di Lingkungan Dulang, Kelurahan Borong, serta Lukman bertempat tinggal di Batu Lotong.
Kronologis kejadian perkelahian kelompok itu berawal ketika keempat korban tidak bersamaan pergi ke lokasi pesta pernikahan anak dari Dg Saha untuk menonton hiburan elektone. Keempat korban nonton bersama 2 (dua) orang temannya yang datang dari Maros kota.
Sementara menonton tiba-tiba datang pelaku lalu mengangkat kerah baju salah seorang korban, dan kemudian teman korban atas nama Sultan datang membantu. Akibatnya terjadilah perkelahian antara kelompok pelaku dan korban menggunakan senjata tajam jenis badik. (im/jw)








