Nurdin Abdullah : Simpelkan Seluruh Perizinan yang Menghambat Investasi

SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah (NA) membuka "Rapat Tim Korsupgah KPK Program Optimalisasi Penerimaan Daerah Melalui Kerjasama Koneksi Host to Host Antara Pemda dengan Kantor Pertanahan dan Implementasi Sistem Monitoring Penerimaan Pajak Online", Selasa (09/04/2019) di Hotel Four Point Makassar.

Nurdin Abdullah dalam sambutan menyampaikan, bahwa kehadiran Bupati dan Walikota menyambut gagasan Korsupgah KPK. "Jujur saja, kami baru tujuh bulan menjadi gubernur dan langkah yang kami terus lakukan adalah bersinergi dan berkoordinasi dengan pimpinan daerah," katanya.

Menurut Nurdin Abdullah, kendala yang dihadapi adalah kecilnya APBD daerah, sementara kebutuhan pembangunan semakin meningkat. "Salah satu upaya yang dilakukan, simpelkan seluruh perizinan yang menghambat investasi, harus melakukan terobosan. Kalau bisa dipemudah, mengapa harus dipersulit," sebut NA.

Suasana pembukaan Rapat Tim Korsupgah KPK Program Optimalisasi Penerimaan Daerah Melalui Kerjasama Koneksi Host to Host Antara Pemda dengan Kantor Pertanahan dan Implementasi Sistem Monitoring Penerimaan Pajak Online

Lanjutnya, Sulsel baru saja dapat mengekspor langsung produknya, empat bulan terakhir telah mendapat kepercayaan untuk direct call (pengiriman langsung). Dan perlu disempurnakan dengan izin-izin ekspor disederhanakan sehingga tidak menimbulkan high cost (biaya tinggi), karena sekarang Sulsel memberikan pelayanan satu pintu menuju pelayanan satu jam.

"Ini dilakukan dengan direct call, investasi sudah mengarah ke Sulsel karena ada kemudahan. Ini untuk menjadikan Sulsel provinsi ramah investasi," jelasnya.

Kehadiran KPK, yang terus membimbing membuat pemerintah daerah mendapatkan banyak hal, sebelumnya tidak diketahui menjadi tahu, dari yang rawan menjadi tidak rawan.

Demikian juga bagi Kajati dengan TP4D, membuat tidak ada lagi kerisaun karena hadir mendampingi. Demikian juga Badan Pertanahan Sulsel dan Polda Sulsel menjadi tim bersama. "Dengan kunci transparansi, tidak ada dusta di antara kitat" tegasnya.

Penegasan lain, kabupaten/kota harus tampil tiada hari tanpa inovasi. Dalam memimpin Sulsel tujuh bulan dan melakukan evaluasi, pekerjaan rumah (PR) yang utama Sulsel dari jalan sepanjang 2.000 km, dan 500 km rusak berat. Ia pun melakukan roadshow untuk memastikan laporan yang diterima.

"Dengan beberapa bulan bersama KPK banyak bisa dihemat, dan perencanaan kecil harus ditinggalkan, yang dengan penunjukan langsung. Bahkan, saat ini menuju e-katalog lokal dan berharap KPK dapat mendorong untuk dapat diwujudkan bersama," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menjelaskan, tim Korsupgah hadir untuk membantu agar daerah memperoleh pendapatan semakin tinggi dan aset akan dibenahi.

Basaria mengungkapkan, sebelum launching ini, banyak rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh Korsupgah, sehingga apa yang disepakati hari ini jangan hanya ditandatangani, dilupakan, pulang dan selesai.

"Kalau ini terjadi maka langkah kedua yang harus dilakukan adalah upaya penindakan, tetapi selalu disepakati upaya pencegahan lebih baik daripada harus melakukan upaya represif," ujarnya.

Ia menambahkan, pemberantasan korupsi tanpa transparansi sama dengan nol. Upaya paling jitu menghilangkan korupsi adalah transparansi, keterbukaan. Ini dilakukan dengan menerapkan sistem online. Sehingga siapa pun bisa memberikan masukan jika terjadi penyimpangan.

Direktur Utama Bank Sulselbar, Andi Muhammad Rahmat mengatakan, kerjasama ini merupakan berfungsinya optimalisasi penerimaan daerah.

Sementara, Kepala Kanwil Badan Pertanahan Sulsel, Dadang Suhendi mengemukakan, kerjasama ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan pada masyarakat dengan fungsi masing-masing.

"Kami terus berbenah, baik sistem pelayanan maupun sikap mental para pelayan masyarakat di Sulsel, berbagai kerjasama kami lakukan," ujarnya.

Sedangkan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto melaporkan, pada saat dilantik pendapatan daerah Kota Makassar hanya sekira Rp 500 miliar, saat ini diakhir masa jabatannya tahun ini telah mencapai sekira Rp 1 triliun. Pertumbuhan ekonomi saat ini tumbuh 8 persen.

"Perjuangan untuk meningkatkan pendapatan daerah tidak mudah. Hadirnya KPK, Kepolisian adalah memberikan perkuatan," jelasnya.

Pada kegiatan ini hadir Ketua DPRD Sulsel, HM Roem dan kepala daerah se-Sulsel. (*)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN