SOROTMAKASSAR -- Selayar.
Sebuah kapal layar nelayan (KLN) penges ikan bermuatan 10 ton asal Desa Pasi'marannu, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai tenggelam disekitar perairan sebelah timur Pulau Tambolongan, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Jumat (05/07/2019) sekira jam 18.00 Wita kemarin setelah disambar ikan tongkol seberat 1 kwintal. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian dapat ditaksir sekitar jutaan rupiah.
Andi Ahmad seorang staf Desa Tambolongan yang dihubungi via telpon genggamnya, Sabtu (06/07/2019) sore tadi kepada media ini menjelaskan, seorang nakhoda kapal nelayan asal Sinjai Timur bernama Affah tadi pagi telah melaporkan kepada pemerintah setempat di Dusun Batu Palangka, Desa Tambolongan jika kapalnya sedang berada di pantai barat dalam kondisi bocor.
Ia mengaku berasal dari Sinjai Timur dan memiliki empat orang Anak Buah Kapal (ABK). "Mereka adalah Hamzah, Junaid, Ambo Sakka, Akbar, dan semuanya dalam kondisi selamat. Sedangkan nama kapalnya Sumber Rezky," ungkapnya.
Affah sang nakhoda KLN Sumber Rezky yang dihubungi via telpon dari Tambolongan sore tadi mengungkapkan jika ia berangkat dari Sinjai pada Jumat (28/06/2019) pekan lalu usai shalat Jumat menuju perairan Pulau Tambolongan untuk mengambil ikan hasil tangkapan rompong yang dipasang dibagian sebelah timur Tambolongan.
Namun kemarin sore Jumat (05/07/2019) saat sandar di rompong hendak shalat magrib tiba-tiba seekor ikan tongkol seberat 100 kg lompat dan menyambar lambung kapal yang menyebabkan kebocoran pada sisi kanan badan kapal.
Untungnya ada kapal yang dinakhodai Umar yang juga teman dari Sinjai menarik dan menyelamatkan hingga ke pantai Batu Palangka. Kami mulai ditarik sekitar pukul 18.00 Wita dan tiba di Batu Palangka sekitar jam 23.00 tadi malam. Namun paginya baru kami bisa merapat ke kampung dan melaporkan kepada Kepala Dusun Batu Palangka, Syahruddin jika kapal yang kami tumpangi mengalami kebocoran di pantai barat.
"Wargapun antusias memberikan bantuan hingga kapal bisa diselamatkan ke dibibir pantai. Saat ini kapal sedang dalam perbaikan. Dan diperkirakan selesai hingga dua atau tiga hari kedepan," bebernya.
Ditanya seputar muatan yang ada diatas kapal, Affah menyatakan jika muatannya berupa ikan Cakalang sudah dipindahkan ke kapal yang dinakhodai Umar. Adapun muatan yang masih ada diatas kapal hanya berupa peti ikan dan es balok," tambahnya. (M. Daeng Siudjung Nyulle)








