SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah menemukan tumpukan berkas yang cukup banyak di Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar.
Tumpukan berkas di era digital itu, menurut Nurdin Abdullah sebagai bukti bahwa proses administrasi di Diknas Sulsel masih berjalan manual dan program kenaikan pangkat otomatos serta panseiun otomatis belum jalan.
"Kita tidak ingin cuma bicara (tentang kenaikan pangkat otomatis dan pensiun otomatis) tapi kenyataannya tidak demikian," jelas Nurdin Abdullah saat melakukan sidak di Kantor Diknas Sulsel, Selasa (24/11/2020).
Nurdin Abdullah melihat tumpukan berkas yang banyak ketika memasuki ruangan kerja Kabag Umum Diknas Sulsel.
Kalau sistem kenaikan pangkat otomatis dan pensiun otomatis, jelas Nurdin Abdullah, tidak ada lagi berkas.
Tumpukan berkas yang banyak itu juga disinyalir bahwa masih terjadi proses administrasi yang panjang dan berbelit-belit di diknas. "Harus guru kirim pakai PDF saja. Itu sudah selesai," tegasnya.
Kalau nasih ada berkas sebagai bukti kerja manual, katanya, cenderung muncul biaya. "Proses yang panjang itu cenderung korup. Padahal kita sementara mengembangkan siatem pemerintahan yang bersih dan melayani," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Nurdin Abdullah memuji Kepala Bidang SMK. Gubernur melihat tidak ada berkas di ruang kerja Kepala Bidang SMK.
"Ini menunjukkan sistem sudah jalan. Tidak harus menunggu banyak dan menunggu lama," ujar Bupati Bantaeng Periode 2008-2018 ini.
Nurdin Abdullah menaruh harapan besar kepada Kepala Diknas Prof Jufri untuk membenahi lembaga yang kelola anggaran besar ini.
"Anggaran yang dikelola banyak tapi sulitnya bukan main berhadapan dengan diknas," tegasnya.
Gubernur mengaku banyak menerina kritikan dari rakyat tentang mandegnya pelayanan di diknas.
"Kita akan benahi total diknas. Kalau pengelolanya belum berubah, terpaksa kita kirim ke daerah saja," tegasnya.(*)







