Fasilitator Pertanian CUSS di TOT Wujudkan Ramah Lingkungan

SOROTMAKASSAR - Seperti diketahui Kantor Pusat Credit Union Sauan Sibarrung (CUSS) melalui Staf Deputi Senior Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) bekerjasama dengan Sentrum Pelatihan Pertanian Terpadu (SP2T) Bolu Kecamatan Rantepao Toraja Utara Sulawesi Selatan.

Pelatihan Training Of Trainers (TOT) Fasilitator Pertanian yakni para pande dan sangayoka di 14 Tempat Pelayanan CUSS di Tana Toraja dan Toraja Utara yakni,Tempat Pelayananan Mengkendek, Makale, Sangalla', Sanggalangi', Rantepao, Deri, Rantetayo, Rembon sedang di Tana Luwu yakni, Padang Sappa, Palopo, Saluampak, Bone Bone dan Rantetiku serta Pare-Pare. Untuk mendorong terwujudnya pertanian berkelanjutan melalui pola sistem pertanian yang ramah lingkungan.

Project Manager SP2T Ignas Rantetaruk mengatakan bahwa, peningkatan pertanian harus berbasis keberlanjutan dengan menjaga ekosistem agar tetap sehat dan menghindari eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

Pertanian ramah lingkungan juga sejalan dengan pertanian berkelanjutan tentang membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim, serta pembangunan rendah karbon.

" Dalam bentuk-bentuk penerapan pertanian ramah lingkungan yakni, pertanian cerdas iklim (Climate Smart Agriculture), pertanian terintegrasi (integrated farming), serta pertanian organik," sebut Ignas.

Sementara itu, Pelatih dan pemateri fasilitator pertanian, Agustina Triwati mengatakan bahwa, pertanian ramah lingkungan merupakan sistem pertanian yang mengelola seluruh sumber daya pertanian dan input usaha tani secara bijak, berbasis inovasi teknologi untuk mencapai produktivitas berkelanjutan dan secara ekonomi menguntungkan dan berisiko rendah serta menekan biaya atau harga.

Selain itu pertanian ramah lingkungan merupakan teknik pertanian yang dalam pelaksanaannya menggunakan mikroorganisme menguntungkan serta bahan organik sehingga agroekosistem menjadi seimbang baik di bawah tanah maupun di atas tanah.

Wati panggilan akrabnya Agustina Triwati menjelaskan, petani seringkali menggunakan pestisida maupun pupuk kimiawi yang berlebihan dan berakhir pada hancurnya lingkungan yang kembali lagi berakibat pada pertanian.

"Pengelolaan pertanian secara berlebihan dan ugal ugalan menyebabkan tanah kita hancur, udara hancur, air hancur dan lingkungan kita hancur," tegas Wati saat memberikan pelatihan TOT Fasilitator Pertanian kepada para Pande dan Sangayoka di Kaisungan Kantor Pusat Credit Union Sauan Sibarrung di Mandetek Kelurahan Tambunan Kecamatan Makale Utara Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan.

Bahkan residu pestisida dan residu pupuk kimia yang berlebihan akan semakin berbahaya, jika tertinggal atau terdapat pada produk pertanian yang berakibat munculnya penyakit degeneratif dan kanker.

Untuk kembali menyadarkan dan mengubah mindset petani akan pertanian ramah lingkungan, maka perlu didukung dengan peningkatan kompetensi dan kapasitas para fasilitator pertanian untuk pande dan sangayoka melalui pelatihan TOT khusus pertanian.

Hal tersebut diungkapkan Staf Deputi Senior SDA Julianus Bottong pada media ini, Sabtu 23 Maret 2024 pada jedia ini bahwa, pelatihan TOT tersebuti dilaksanakan 2 (dua) hari, 20-21 Maret 2024.

"Kita ciptakan kemandirian petani untuk menciptakan pestisida nabati dan pupuk organik sendiri. Teknologi sendiri sebenarnya sudah ada dan dikuasai petani. Tinggal bagaimana menggerakkan untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan," ujar Julianus.

"Mengenai keberlanjutan perilaku petani untuk kembali ke pertanian ramah lingkungan, Dia menjelaskan dengan peranan pande dan sangayoka yang harus dilakukan kesinambungan bisa untuk mengubah mindset petani, dari mengerti dan memahami, mau berubah kemudian mampu implementasikan pertanian ramah lingkungan. Tentunya dengan didukung oleh semua pihak stakeholder pertanian.

Mari stop mengelola pertanian dengan ugal-ugalan. Kalau kita pelihara bumi, bumi akan pelihara kita.

Pewarta: Yustus

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN