SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.
Hari pertama penyelenggaraan Musyawah Nasional (Munas) VII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Senin (21/03/2022) di Phinisi Ballroom Hotel Claro Jln A.P. Pettarani, Kota Makassar, berlangsung alot dan suasana sempat memanas.
Situasi akhirnya bisa reda setelah timbul kesadaran para anggota PSMTI dari berbagai daerah di Indonesia yang memandang organisasi ini merupakan sebuah paguyuban sosial menghimpun beragam marga dan membutuhkan persaingan sehat dalam pemilihan Ketua Umum PSMTI Periode 2022-2027.
Memasuki tahapan pemilihan ditampilkan 3 kandidat calon Ketua Umum PSMTI Periode 2022-2027 yakni Eddy Hussy (Batam), Deddy Rochimat (Batam) dan Willianto Tanta (Makassar). Namun akhirnya, 2 kandidat calon Ketua Umum menyatakan mengundurkan diri dan memberikan dukungannya kepada Willianto Tanto.
Dengan pengunduran diri 2 kandidat calon tersebut, maka tinggal selangkah lagi bagi pemilik Hotel Claro Makassar ini untuk ditetapkan dan dilantik sebagai Ketua Umum PSMTI Periode 2022-2027 menggantikan David Herman Jaya, yang proses pelaksanaannya diagendakan Selasa (22/03/2022).
Calon tunggal, Willianto Tanta ketika ditemui awak media ini mengungkapkan, sebelumnya ada 5 kandidat calon, namun yang hadir dalam Munas ini hanya 3 orang.
"Saya salut kepada seluruh anggota dari berbagai daerah di Indonesia. Kami ini organisasi sosial yang anggotanya bermacam marga. Sesungguhnya kami menginginkan ada persaingan yang sehat dalam pemilihan Ketua Umum PSMTI ini," tuturnya.
"Namun dari hasil pertemuan semalam, Eddy Hussy memberikan sinyal akan mendukung saya. Sedangkan Deddy baru menyampaikan dukungannya kepada saya tadi sore," sambungnya.
Menurutnya lagi, visi dan misi dari PSMTI itu adalah mandiri, dimana seluruh anggotanya harus berpikir bagaimana caranya untuk bisa tetap menghidupkan organisasi ini dari sisi ekonomi.
"Artinya, organisasi ini benar-benar sosial dan pengurus harus siap untuk mengeluarkan biaya-biaya secara pribadi," imbuh Willi sapaan akrab Willianto Tanta.
Selain itu, tambahnya, PSMTI juga memiliki banyak simpatisan yang bisa membantu untuk kelangsungan hidup dari organisasi sosial ini.
"Saya mohon do'a dan dukungan dari seluruh pengurus serta anggota PSMTI. Ini organisasi besar, saya tidak akan mampu kalau sendiri," pintanya.
Warga Tionghoa di tanah air ini jumlahnya sekitar 15 juta jiwa atau 5 persen dari seluruh penduduk Indonesia. Ini berarti merupakan amanah tersendiri bagi Wilianto Tanta untuk menyatukan PSMTI yang notabene saat ini berada di 30 Provinsi.
"Setelah dilantik nanti, saya akan berupaya untuk menggenapkan jumlah PSMTI yang tadinya hanya 30, menjadi 34 Provinsi", ucap Owner Hotel Claro ini.
"Perlu diingat, pendidikan sekolah formal yang tinggi belum tentu menjadikan seseorang itu berhasil. Kesemuanya tergantung dari bagaimana usaha dan jerih payah kita sehingga bisa menjadi mapan," tutup Wilianto Tanta, pengusaha yang memulai karirnya merangkak dari bawah ini. (Hnd)







