SOROTMAKASSAR -- Pangkep.
Gubernur Sulawesi Selatan H.M Nurdin Abdullah langsung melayat ke rumah duka almarhumah Junaedah Binti Bado di Jalan Tonasa Satu, Kabupaten Kepulaun Pangkajene (Pangkep), Rabu (13/03/2019).

Almarhumah merupakan mertua dari Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Amran Sulaiman yang wafat sekitar jam 23.20 Wita, Selasa (12/03/2019) malam.
Mendengar infomasi wafatnya mertua Mentan RI, Gubernur Nurdin Abdullah langsung bertolak menuju Kabupaten Pangkep pukul 05.19 Wita subuh.
Nurdin Abdullah merasa sangat kehilangan sosok almarhumah. Dirinya juga menyampaikan luka mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan almarhumah.
“Kami sangat merasa kehilangan sekali, atas wafatnya almarhumah ini,” kata Nurdin Abdullah usai berziarah di rumah duka, Rabu (13/03/2019).
Terpisah, salah satu keluarga Almarhumah yang enggan untuk disebutkan namanya mengaku, sangat merasa kehilangan sekali atas meninggalnya almarhumah.
Menurutnya, almarhumah merupakan sosok yang sangat baik dan penyabar. Almarhumah juga merupakan tokoh panutan bagi dirinya dan seluruh keluarga.
“Almarhumah adalah tokoh panutan kami semua pak. Kami sangat merasa kehilangan pak, semoga almarhumah diterima disisi Allah SWT,” katanya sambil menangis terseduh-seduh. (*)
Gubernur Sulawesi Selatan H.M Nurdin Abdullah langsung melayat ke rumah duka almarhumah Junaedah Binti Bado di Jalan Tonasa Satu, Kabupaten Kepulaun Pangkajene (Pangkep), Rabu (13/03/2019).


Almarhumah merupakan mertua dari Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Amran Sulaiman yang wafat sekitar jam 23.20 Wita, Selasa (12/03/2019) malam.
Mendengar infomasi wafatnya mertua Mentan RI, Gubernur Nurdin Abdullah langsung bertolak menuju Kabupaten Pangkep pukul 05.19 Wita subuh.
Nurdin Abdullah merasa sangat kehilangan sosok almarhumah. Dirinya juga menyampaikan luka mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan almarhumah.
“Kami sangat merasa kehilangan sekali, atas wafatnya almarhumah ini,” kata Nurdin Abdullah usai berziarah di rumah duka, Rabu (13/03/2019).
Terpisah, salah satu keluarga Almarhumah yang enggan untuk disebutkan namanya mengaku, sangat merasa kehilangan sekali atas meninggalnya almarhumah.
Menurutnya, almarhumah merupakan sosok yang sangat baik dan penyabar. Almarhumah juga merupakan tokoh panutan bagi dirinya dan seluruh keluarga.
“Almarhumah adalah tokoh panutan kami semua pak. Kami sangat merasa kehilangan pak, semoga almarhumah diterima disisi Allah SWT,” katanya sambil menangis terseduh-seduh. (*)








