Petta Puang Mau Jadi Walikota Hingga Tahun 2020 : Tampilkan Pemain Dengan Beragam Karakter

Oleh : Rachim Kallo (Bagian I)

Sore itu, Senin (11/03/2019), media ini bertandang ke Kedai Petta Puang yang berlokasi di Jalan Muhajerin, Malengkeri, Kota Makassar. Sejak dilaunching pada 30 Januari lalu, baru lagi berkesempatan kembali menyambangi Kedai itu. Tampak suasana galeri buku masih terasakan. Pengunjung pun terlihat santai sambil menikmati minumannya.

Pada tulisan edisi pertama ini, penulis mengulas sedikit bagian dari konsep "Petta Puang Mau Jadi Walikota Hingga Tahun 2020". Apa maksud dan makna yang tersirat dari judul di atas ?

Selama ini kan tokoh sentral Petta Puang bersama Conga dan Gimpe, selalu membuat penonton tertawa. Dalam konsep pertunjukan kali ini, ungkap Bahar Merdhu sang penulis cerita dan sutradara, dirinya mencoba menyajikan hal lain yang diharapkan mampu menggugah penontonnya.

Dalam kisah kali ini, Petta Puang selama kurang lebih 4 hari 4 malam tidak keluar-keluar dari rumahnya. Ia pun tidak makan dan minum, apalagi senyum terasa enggan diumbarkannya kepada siapapun yang ditemuinya.

Menurut Bahar Merdhu, dalam konsep cerita yang bakal dipentaskan nanti, pemain yang akan ditampilkan diambil dari beragam karakter maupun profesi, seperti politisi, pengamen, wartawan, tukang cukur, polisi, staf kelurahan, emak-emak, waria, penjual kue apang Bugis, dan penjual asongan. Selain itu akan memunculkan pula sederet tokoh seni dan budaya, diantaranya Andi Adong, Andi Mina, Puang Beddu, Puang H. Rasyid dan H. Sapile.

Pertanyaannya, bagaimana tanggapan anda sebelum menyaksikan pentas kisah Petta Puang kali ini ? Kenapa Petta Puang Tidak Lucu Lagi ? Kenapa Petta Puang tidak mau bicara ? Dan kenapa Petta Puang mau berpolitik ? Ketiga hal ini, pastilah mengundang tanya, ada apa sebenarnya ?

Menanggapi pertanyaan pra pentas tersebut, sebanyak 36 orang, dan 13 orang diantaranya membalas memberikan jawaban via whatshap. Mereka terdiri dari berbagai kalangan profesi yang dihubungi secara terpisah dan berdomisili baik di Makassar maupun di luar Sulawesi Selatan. Mereka berpatisipasi memberikan komentar saat diminta tanggapannya atas judul di atas. Apakah keberagaman respons dari berbagai kalangan ini merupakan sebuah jawaban ?

Ilham anwar yang biasa disapa Illo, mantan aktor Sinetron "Lelaki Dari Tanjung Bira", dan staf Kementerian Pendidikan RI yang berdomisili di Jakarta, pun berpendapat, bahwa menurutnya yang "lucu" dari pertunjukan rombongan sandiwara Petta Puang selama ini adalah ramuan issue kontemporer atau kekinian yang relatif selalu berhasil dikemas dalam konsep teater rakyat.

“Kompabilitas persoalan 'rakyat' dengan konsep pertunjukan rakyat bersentuhan karikatural yang 'jujur' pada diri sendiri membuatnya menjadi lucu dan menggiring penonton menertawai diri sendiri,” kata Illo serius.

Lain lagi tanggapan Roel Sandre, mantan ketua DKSS Sulsel yang berdomisili di Kabupaten Barru, “Eee kodong,” katanya singkat. Hanya dua kata terlontar, sekalipun di whatshap penulis memancing komentar maupun alasan lainnya. Hanya foto terkirim dari Roel dan terlihat 1 papan obat chlophenamine, 1/2 papan vitamin. Spontan kaget melihat foto obat itu lalu penulis menjawab, “Cepat sembuh yaa kak”. Amin !!!

 

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN