Kajur Elektro UMI: Penelitian, Dukung Penguatan Teori Hadapi Revolusi Industri

SOROTMAKASSAR--Makassar. Perkembangan revolusi industri yang telah masuk ke tahap 4.0, menuntut agar lembaga perguruan tinggi, khususnya di bidang Teknik Elektro, harus senantiasa mengembangkan diri agar lebih kreatif, inovatif dan mampu menerapkan multidisiplin. Pasalnya, kecenderungan dalam hal aplikasi di bidang industri ke depan, memiliki penguatan Artificial Intelligence (AI).

Hal itu disampaikan Ketua Jurusan Teknik Elektro Universitas Muslim Indonesia, DR.H.Arif Jaya, MT, yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/11/2018), siang tadi.

Menurutnya, dalam era revolusi industri, selain AI, juga menekankan pada pola digital economy, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena 'disruptive innovation'.

"Sehingga untuk menghadapi tantangan tersebut, sistem harus berubah, termasuk dalam menyiapkan tenaga dosen yang berkualitas bagi generasi masa depan," ungkapnya.

Arif menambahkan, setiap tenaga pengajar harus berupaya untuk mengubah metode dan kemampuannya. Dimana, tiap dosen itu harus punya rasa ingin tahu yang tinggi, kreatif, komunikatif, serta kolaboratif.

Sesuai Tridharma perguruan tinggi, setiap dosen wajib untuk melaksanakan fungsinya sebagai pendidik dan pengajar, pengabdi kepada masyarakat, serta peneliti.

Khusus di bidang penelitian, Arif mengatakan, pihaknya senantiasa memberi dorongan dan dukungan penuh, agar setiap dosen mau melakukan kegiatan tersebut. Dan hasilnya sangat memuaskan. Terlihat dengan adanya kecenderungan peningkatan hasil penelitian.

"Saat ini, dosen-dosen telah cenderung aktif untuk melakukan penelitain. Terlihat dari beberapa proposal yang masuk, bahkan yang lolos, baik pendanaannya berasal dari Kemenristekdikti maupun Internal yang dibiayai pihak universitas," paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, setiap tenaga pengajar harus terus meningkatkan 'syahwat' menelitinya. Sebab, apa yang diperoleh selama ini, dalam hal teori-teori untuk memberikan pengajaran kepada mahasiswa, harus terlebih dahulu diimplementasikan dalam bentuk riset.

"Riset-riset itu nanti akan memberikan dukungan untuk penguatan terhadap teori yang telah diperoleh dan diberikan kepada mahasiswa. Makanya, perubahan di bidang sumber daya sangat penting. Utamanya, pengembangan kapasitas dosen," terangnya.

Kegiatan workshop penelitian yang dilaksanakan pihak Universitas Muslim Indonesia, untuk meningkatkan 'syahwat' meneliti tiap dosen dilingkup UMI

Selain itu, Intelectual Quotient (IQ) atau pengalaman, skill, pengetahuan, dan berbagai hal yang berhubungan dengan kecerdasan intelektual, serta Emotional Quotient (EQ) atau keahlian berkomunikasi dalam dua sudut pandang yang berbeda, harus senantiasa selaras.

"Semuanya itu harus terintegrasi menjadi satu. Sehingga diperoleh output atau outcome sesuai yang diharapkan. baik itu ouput yang diharapkan universitas sesuai dengan visi dan misinya, ataupun stakeholder dan pemerintah," katanya.

Disinggung menyangkut fasilitas, Arif menyampaikan, untuk melakukan penelitian, semuanya harus didukung oleh peralatan laboratorium yang sangat mumpuni. Artinya, seluruh hasil yang diperoleh tersebut, harus berdasarkan instrumen peralatan yang berstandarisasi. Dan ke depannya, diharapkan adanya kerjasama dengan pihak industri.

"Jadi, kita harus melihat hasil berdasarkan instrumen peralatan yang memiliki standar. Karena, bila alat-alat yang digunakan sesuai standar, maka hasil yang akan diperoleh akan baik. Bahkan, dari hasil penelitian itu, nantinya akan dipatenkan dan merupakan hak cipta bagi penemunya," harapnya.

Selanjutnya, untuk wadah jurnalnya, alumni UGM ini mengatakan, di tingkat Jurusan Teknik Elektro telah memiliki jurnal sendiri, yakni Logitech. Jurnal yang telah memiliki nomor ISSN dari LIPI tersebut, berhubungan dengan bidang ilmu keteknikan dan ilmu-ilmu terapan lainnya. Misalnya bidang Elektro, Informatika dan Komputer.

"Ini merupakan salah satu pengelolaan karya ilmiah yang digiatkan oleh jurusan untuk mempublikasikan hasil-hasil riset, yang dapat dimanfaatkan baik di lingkup sendiri maupun dari luar," pungkas Arif. (zl)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN