SOROTMAKASSAR -- Selayar.
Beredarnya pemberitaan terkait dengan biaya tahap 1 perbaikan listrik PLN di Kabupaten Kepulauan Selayar yang menelan biaya hingga miliaran rupiah, mengundang reaksi dan tanggapan sejumlah pihak.
Anggaran yang digunakan adalah anggaran tahun 2019, dengan nilai miliaran rupiah, namun Ia tidak menyebut jumlah pastinya dan hanya menyebut miliaran rupiah.
"Pesan dari GM tidak usah, toh kita akan kerja sepanjang waktu perbaikannya," jelas Hami dalam pemberitaan salah satu media online, Selasa (23/07/2019).
Hal inilah yang membuat Ketua DPD LSM LP-RI Sulsel, Imran Hasan P. Patomboni bersama Waketum FPS, Andi Nurhamzah langsung menyoroti dan menanggapi pemberitaan tersebut.
"Kepala PLN Kepulauan Selayar seakan-akan menutupi permasalahan anggaran miliaran tersebut," kata Imran Hasan P. Patomboni kepada awak media, Rabu (24/07/2019).
Bagaimana tidak, dalam pemberitaan yang beredar sebelumnya, Kepala PLN Kabupaten Kepulauan Selayar enggan menyebutkan besaran nilai anggaran dalam pengerjaan tahap pertama.
"Dan hal inilah yang membuat saya terpanggil untuk melakukan investigasi terkait biaya perbaikan tiang listrik di Kabupaten Kepulauan Selayar," pungkas Ketua DPD LSM LP-RI Sulsel.
Sementara itu, Waketum FPS Andi Nurhamzah mengatakan, sangat disayangkan pihak PLN Selayar seakan-akan menutupi besaran anggaran yang digunakan.
"Masyarakat Selayar harus tahu, kenapa mesti ditutup-tutupi, ada apa dengan PLN ?," ucapnya.
Olehnya itu, lanjut Waketum FPS yang meminta kepada pihak PLN untuk membuka selebar-lebarnya kepada warga masyarakat Selayar terkait besaran anggaran yang digunakan untuk perbaikan tiang listrik tersebut.
Pada intinya, kedua petinggi LSM tersebut sangat berharap atas keterbukaan pihak PLN Selayar terkait anggaran yang digunakan sesuai Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik. (Ucok Haidir)








