"Merawat Jiwa Korsa Melintasi Batas Waktu: Tali Asih Seba Polsuk VII Batua untuk Mendiang AKP (Purn) H. Faisal Hamsir"

SOROTMAKASSAR – ENREKANG.

Denyut persaudaraan, keluhuran empati, dan rajutan solidaritas yang terpatri sejak fajar masa pendidikan kembali dipamerkan dengan syahdu oleh Alumni Seba Polsuk VII Batua Ujung Pandang. Sebagai pengejawantahan rasa duka sekaligus penghormatan pamungkas bagi karib seangkatan yang telah mendahului menghadap Sang Khalik, para alumni menggalang donasi kemanusiaan untuk diserahkan langsung kepada keluarga mendiang AKP (Purn) H. Faisal Hamsir, S.H.

Amanah dana kebajikan sebesar Rp8.400.000 (delapan juta empat ratus ribu rupiah) tersebut dihantarkan langsung oleh Iptu (Purn) Awaluddin, S.H., M.H., selaku Danmen Alumni Seba Polsuk VII. Tali asih ini diterima dengan penuh keharuan oleh Ibu Widiawati, istri almarhum, di kediaman duka yang terletak di BTN Pinang Permai Blok A Nomor 3, Kabupaten Enrekang, Minggu (14/06/2026).

Rekam jejak pengabdian mendiang AKP (Purn) H. Faisal Hamsir, S.H., sendiri terhenti kala mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat, 30 Mei 2026 silam. Kepergian sang bhayangkara menorehkan duka yang teramat kelam, tidak hanya bagi sanak keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga menyisakan ruang hampa bagi segenap rekan seperjuangan yang pernah sama-sama digembleng dalam kawah candradimuka Pembentukan Polisi Sukarela di SPN Batua Ujung Pandang angkatan 1988–1989.

Epitaf penyerahan donasi ini menjadi maklumat nyata bahwa ikatan kekeluargaan di lingkaran alumni tersebut tidak akan pernah tergerus oleh bentangan jarak geografis maupun gerak laju waktu.

Rombongan perwakilan alumni yang bermukim di Kota Makassar sengaja meluangkan waktu menembus perjalanan demi menyampaikan untaian belasungkawa, sekaligus mengalirkan energi dukungan moril agar keluarga yang ditinggalkan tetap tegar berdiri.

Dalam momentum sakral tersebut, Iptu (Purn) Awaluddin, S.H., M.H., yang kala masa pendidikan lampau diamanahkan sebagai Danmen Siswa, menggarisbawahi bahwa sumbangsih yang disodorkan sama sekali bukan sekadar kalkulasi nominal materi, melainkan representasi nyata dari rasa kepemilikan dan rasa kehilangan mendalam yang merayap di dada seluruh rekan seangkatan.

“Kami melangkah ke sini bukan sekadar menyambung amanah material dari rekan-rekan sejawat, melainkan untuk menegaskan bahwa keluarga almarhum tidak berjalan sendirian dalam kesunyian duka. Matriks kebersamaan yang kita semai sejak masa pendidikan tetap terjaga utuh hingga detik ini. Almarhum adalah bagian tak terpisahkan dari entitas besar Seba Polsuk VII Batua Ujung Pandang, dan suluh persaudaraan itu akan terus menyala. Semoga traktat bantuan ini mampu membasuh sedikit beban, sekaligus menjadi saksi hidup bahwa jalinan silaturahmi serta marwah kekeluargaan di antara kami tetap terawat dengan paripurna,” tutur Awaluddin dengan nada berwibawa.

Prosesi sarat empati ini turut dikawal oleh Kompol (Purn) Abd. Rahman, AKP (Purn) Jaka Santosa, dan AKP (Purn) Amdia, yang bahu-membahu hadir merepresentasikan seluruh jejaring alumni demi menyuntikkan benteng kekuatan psikologis bagi keluarga mendiang.

Suasana sakral penuh rona haru seketika menyelimuti ruang pertemuan saat prosesi penyerahan berlangsung. Ibu Widiawati tak kuasa membendung rasa syukur dan melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas atensi sekaligus kepekaan sosial yang ditunjukkan oleh para karib lama suaminya.

“Melalui lisan ini, atas nama keluarga besar, saya menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada segenap Alumni Seba Polsuk VII Batua Ujung Pandang atas limpahan perhatian, ketulusan, dan kebersamaan yang terus mengalir untuk kami. Kendati almarhum telah berpulang ke pangkuan-Nya, pancaran kasih sayang dari para letting beliau masih sangat nyata kami dekap. Ini adalah setawar sedingin sekaligus pilar kekuatan bagi kami. Semoga segala kebaikan dan soliditas yang indah ini diganjar keberkahan yang melimpah oleh Allah SWT,” ucapnya lirih penuh ketulusan.

Kehadiran para purnawirawan ini menjadi cermin jernih bahwa doktrin kebersamaan, loyalitas korps, dan ikatan darah biru kekeluargaan yang bersemi sejak meja pendidikan tetap tegak kokoh hingga fajar purna tugas menjemput. Di balik kabut duka, rajutan kebersamaan ini menjelma sebagai perisai penguat sekaligus pengingat abadi bahwa persaudaraan sejati akan selalu hadir memberi makna, bahkan ketika salah satu pilar keluarga besar telah mendahului menghadap Sang Pencipta.

Jiwa korsa yang dipertontonkan oleh Alumni Seba Polsuk VII Batua Ujung Pandang ini menjadi sebuah teladan agung, bahwa ikatan batin yang dibangun di atas fondasi nasib serupa dan pengabdian negara tidak akan pernah redup oleh usia, melainkan kian mewujud nyata dalam setiap palung kepedulian yang diulurkan kepada sesama manusia. (*)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN