SOROTMAKASSAR - MALANG.
Langkah besar dalam dunia pelatihan vokasi dan penyerapan tenaga kerja resmi dimulai. Pada Selasa (13/1/2026) lalu, PT Pelita Bhakti Brawijaya melakukan kunjungan strategis ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati, Singosari, guna membahas inisiasi kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor mekanisasi pertanian dan peternakan.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Donny Loppies sebagai perwakilan PT Pelita Bhakti Brawijaya, yang disambut hangat oleh Kepala UPT BLK Wonojati, Ibu Erna, didampingi oleh dua kepala seksi, Bapak Yudo dan Ibu Ratna.
Solusi Penyerapan Tenaga Kerja Global
Fokus utama dari pertemuan ini adalah menciptakan solusi konkret bagi penyerapan tenaga kerja, khususnya para alumni peserta didik pelatihan BLK Wonojati. Inisiasi ini mencakup penempatan kerja baik di lingkup domestik maupun pasar internasional.
Program ini mendapatkan dukungan penuh dari investor asal Korea Selatan, Mr. Bang Jin Hak, pemilik Hansung Indotama Worldo. Perusahaan tersebut memiliki rekam jejak kuat di bidang industri otomotif, interior-body repair, serta mekanisasi mesin pertanian, yang dinilai sangat selaras dengan program pelatihan di BLK Wonojati.
Peningkatan Kualitas dan Modernisasi Alat
Ibu Erna selaku Kepala UPT BLK Wonojati menyambut baik terobosan ini. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya membuka keran lapangan kerja, tetapi juga membawa dampak positif pada internal BLK, seperti:
* Peremajaan Alat: Modernisasi peralatan dan alat bantu pelatihan yang digagas oleh pihak investor.
* Peningkatan Materi: Penyesuaian kurikulum pelatihan agar relevan dengan kebutuhan industri terkini.
* Dukungan Akademis: Sinergi ini semakin kuat dengan adanya pendampingan akademik dari Universitas Brawijaya, yang diwakili oleh Fakultas Peternakan serta Fakultas Kedokteran Hewan.
Membangun Ekosistem Bisnis Lokal
Selain fokus pada pendidikan dan pelatihan, PT Pelita Bhakti Brawijaya juga bergerak aktif dalam membangun jaringan bisnis dengan pengusaha lokal. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa ekosistem pendukung dari hulu ke hilir tetap terjaga, sehingga program mekanisasi pertanian dan peternakan ini dapat berkelanjutan.
Dengan kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah melalui BLK, investor asing, dan akademisi, inisiasi ini diharapkan menjadi benchmark baru dalam upaya menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di kancah global. (*)


