SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.
Program INKLUSI Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan Program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif dalam upaya pemberdayaan bagi komunitas ragam gender.
Agus Safri selaku koordinator program mengatakan, program ini bertujuan untuk mendorong pemerintah menaruh perhatian terhadap akses layanan yang saat ini masih terbatas bagi Komunitas Ragam Gender.
Program Inklusi ini membantu komunitas ragam gender untuk mengakses layanan pemerintah, perlindungan, dan keadilan kepada komunitas ragam gender. Program INKLUSI mendorong komunitas ragam gender untuk mengakses layanan administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial yang berdampak secara luas.
Selanjutnya, membantu komunitas ragam gender mengakses sumber-sumber pemberdayaan ekonomi, akses layanan pencegahan dan perlindungan dari kekerasan terhadap komunitas ragam gender tersebut.
"Lalu, berupaya membangun wilayah inklusi di Kota Makassar dan Kabupaten Maros" jelas Agus Safri yang akrab disapa Gefra, di salah satu cafe di bilangan Tupai Kota Makassar, Jumat, 21 Maret 2025, sekira pukul 20.30 WITA.
Gefra mengungkapkan, di tahun 2022 lalu itu kami menangani 2 isu yaitu Anak yang Berhadapan dengan Hukum alias ABH dan komunitas ragam gender.
"Khusus untuk komunitas ragam gender, kami telah banyak melakukan pendampingan, seperti melatih para komunitas ragam gender untuk mengembangkan usaha. Nah setelah dilatih oleh PKBI Sulsel Dinas Koperasi dan UMKM Kota Makassar (inkubator), setidaknya 16 usaha yang bergerak di bidang barbershop, tata boga, jahit menjahit, rias pengantin dan sebagainya mulai berkembang" tuturnya.
Lanjutnya, kami juga membantu sejumlah komunitas ragam gender tersebut dari segi administrasi kependudukan dengan mendampingi mereka untuk mengakses layanan pembuatan KTP alias Kartu Tanda Penduduk yang sebelumnya sulit mereka akses.
"Ketika mereka telah memiliki KTP, maka akan gampang mereka untuk mencari pekerjaan ataukah digunakan untuk akses permodalan di perbankan sebagai modal untuk mereka membuka usaha, dan mengakses layanan lainnya." kata pria humoris itu.
Gefra juga menyoroti kasus kekerasan yang terjadi terhadap beberapa komunitas ragam gender khususnya di Sulsel. Menurutnya, ketika komunitas ragam gender mendapatkan tindakan kekerasan, mereka jarang mau untuk melaporkan ke aparat penegak hukum.
"Mereka tidak melapor karena stigma negatif yang melekat terhadap komunitas ragam gender, sehingga mereka enggan untuk melaporkan hal tersebut," ungkap Gefra.
Tambahnya, seharusnya, mereka harus berani untuk melaporkan tindakan kekerasan yang mereka alami, agar mendapatkan hak mereka sebagai warga negara.
"Untuk itu, kami bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), guna mendampingi para komunitas ragam gender yang mendapatkan kekerasan tersebut," tukasnya.
Kami pun mengimbau kepada masyarakat agar menghargai keragaman gender dan tidak melakukan diskriminasi kepada komunitas ragam gender. Kami berupaya mengubah pemahaman publik, sebenarnya mereka itu bisa berubah kalau diberdayakan, Gefra koordinator program INKLUSI PKBI Sulsel, menandaskan.(Hdr)