SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.
Menyemarakkan HUT ke-75 Harian Pedoman Rakyat, puluhan alumni Harian Pedoman Rakyat berkunjung ke kediaman dua seniornya yang telah berusia lanjut untuk silaturahmi serta memberikan tali kasih.
Kedua senior yang dikunjungi itu, yakni Verdy R Baso (85) di kediamannya Perumnas Panakkukang, Makassar, dan Leonard Leleng (82) yang berdomisili di Perumahan Taman Sudiang, Makassar.

Dalam kunjungan tersebut, Verdy R Baso meski menggunakan kursi roda, namun tampak sangat bahagia dan terharu mendapat kunjungan sahabat lama serta puluhan wartawan binaan pada masanya.
Wartawan senior yang dikenal sangat santun dalam berbahasa itu sempat berbagi kisah aneka pengalaman di Pedoman Rakyat yang membuat para wartawan yang berziarah tertawa.
Saat kunjungan, hadir Wakil Pemimpin Umum media online pedomanrakyat.co.id James Wehantouw, unsur Direksi HL Arumahi, dan Pemimpin Redaksi pedomanrakyat.co.id Muhammad Arafah.
Turut hadir pula wartawan senior Pedoman Rakyat H Anwar Lakasi, Lakama Wiyaka, H Manaf Rachman, H Rukman Nawawi, Mahyuddin, Khairil, Nadiyah, M Rusdi Embas, Yusuf Akib, Insan Ikhlas Jalil dan puluhan wartawan pedomanrakyat.co.id lainnya.
Dihadapan Verdy R Baso, mewakili Direksi, HL Arumahi menyampaikan, kedatangan teman-teman untuk mempererat tali silaturahim antara senior dan yunior Pedoman Rakyat. Apalagi, menjelang HUT ke-75 PR, Selasa 1 Maret 2022.

Kepada Verdy R Baso, mantan Pempin Redaksi Harian PR, HL Arumahi menyampaikan, sejak Rabu 9 Februari 2022 bertepatan Hari Pers Nasional di Kendari, pengurus PWI Pusat telah luncurkan (launching) media online pedomanrakyat.co.id di Room Jasmine, Claro Hotel, Kendari.
Media online ini sudah operasional dan puluhan mantan wartawan Harian Pedoman Rakyat telah bergabung.
Wakil Pemimpin Umum pedomanrakyat.co.id, James Wehantouw di sela-sela kunjungan mengungkapkan, Verdy R Baso pernah menjabat Kepala Desk Kota, Kepala Desk PR Minggu dan Kepala Desk Hukum dan Kriminal.
Wartawan senior PR lainnya yang sempat dikunjungi, Leonard Leleng (82) yang berdomisili di Sudiang. Om Leo, demikian teman-teman PR menyapanya mengaku jadi wartawan PR sejak tahun 1962 dan hampir 40 tahun bekerja di Harian PR.

”Terima kasih atas kunjungan teman-teman di kediaman kami. Om ini sudah tua dan hanya tinggal berdua dengan isteri di rumah,” ungkap Leonard Leleng penuh kegembiraan.
Di sela-sela penerimaan, Leonard Leleng yang didampingi isterinya, tampak gembira, bersemangat mengisahkan aneka pengalamannya sebagai wartawan di masa lalu. Bahkan menyebutkan berbagai penghargaan yang pernah diterimanya.
Salah seorang wartawan senior Pedoman Rakyat yang juga mantan Kepala Desk Hukum, H Anwar Lakasi mengungkapkan, om Leo ini punya ciri khusus. Pakaian om Leo selalu rapih dan hak sepatunya punya ciri khas agak tinggi dan bunyi jika menyentuh lantai.
”Om Leo yang pernah menjabat Kepala Desk Luar Negeri dan Kepala Desk Ekonomi ini, melalui beritanya, pernah menginvestigasi dan sukses membongkar/mengungkap kasus Bank Pembangunan Daerah hingga kasusnya bergulir di pengadilan,” ungkap AnwarLakasi.
Ketika teman-teman akan tinggalkan kediaman dan bersalaman lalu pamit, tampak mata om Leo berkaca-kaca dan air matanya terlihat menetes. Di akhir pertemuan, om Leo tampak berkali-kali melambaikan tangan. (arf)







