Setelah 35 Tahun Berkiprah di Luar Sulsel, Kini Welham Hafied Pulang Kampung

SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Setelah kurang lebih 35 tahun berkiprah malang melintang hingga meraih puncak kesuksesan di luar Provinsi Sulawesi Selatan, akhirnya H. Welham Hafied, BSc memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya.
H. Welham Hafied, BSc bersama teman-temannya alumni SMA Negeri I Makassar Angkatan 82.
Tentunya kepulangannya ini tidak mungkin tanpa alasan ataupun tujuan yang jelas. Benar, kembalinya Welham ke tanah kelahirannya karena ingin mengabdi untuk kelak bisa memajukan daerah asalnya.

Bukan itu saja, tapi yang terutama adalah bagaimana lebih mensejahterakan dan memakmurkan kehidupan masyarakat sedarahnya, baik yang hidup di perkotaan hingga pelosok desa di wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.
H. Welham Hafied, BSc bersama keluarga tercinta.

Dengan menyandang predikat sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil Sulsel 2 yang meliputi daerah pemilihan Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Wajo, Soppeng, Parepare, Barru, Pangkep, dan Maros, kelak keinginan dan cita-cita mulia Welham Hafied itu diyakini dapat terealisasi.

Mengendarai Partai Perindo, Welham Hafied optimistis bisa duduk di Senayan. Pastinya, dukungan dari keluarga, rekan dan keinginan mengawal aspirasi masyarakat yang selama ini dianggap selalu kandas di pusat menjadi modal utamanya ikut bertarung di Pileg 2019 tahun ini.

“Salah satu indikasi saya maju caleg karena ingin berubah, selama ini saya bekerja sebagai enterprenuer di bidang kelautan, sebagai pengusaha siping khusus untuk industri perminyakan. Tentunya sebagai manusia biasa ingin ada perubahan, makanya saya mencoba menjadi Caleg DPR RI,” kata Welham baru-baru ini.

Welham pun mengakui jika dirinya selama ini banyak berkiprah di Jakarta dan luar negeri. Sehingga majunya dia sebagai Caleg, akan memberi wawasan baru kepada masyarakat khsusnya di dapil 2 Sulsel.

“Saya ingin memberikan gambaran konkrit kepada masyarakat bagaimana fungsi tanggung jawab legislasi itu seungguhnya. Karena kebanyakan Legislator hanya datang saat seperti ini, setelah itu jarang turun melakukan sosialisasi di dapil dimana mereka dibantu dan terpilih,” ujar Ketua Umum HIKMA Jabodetabek ini.

Menurut alumni SMA Negeri I Makassar Angkatan 82 itu, fenomena ini sangat mengganggu dirinya sebagai calon baru. Dimana wacana di kabupaten banyak masyarakat melihat memontum Pileg hanya sekadar efuoria saja. Datang sekali-sekali saja, dan tidak memberi manfaat berkesinambungan.

“Justru ini yang menghambat kita. Fenomena ini banyak ditangkap masyarakat jika kepedulian para caleg hanya sesaat, padahal yang kita harapkan berkesinambungan,” jelas Caleg nomor urut 4 ini.

Pernah menjadi legislatif di DKI Jaya, cukup menjadi modal Welham untuk bisa mengawal aspirasi masyarakat hingga ke pusat. Apalagi selama ini dirinya melihat di Senayan para wakil rakyat kurang memberi harapan untuk mensejahterakan masyarakat.

Dirinya pun memilih bergabung dengan Partai Perindo bukan tanpa alasan. Gambaran yang paling pokok, karena Perindo masuk hingga ke akar rumput. Tidak melihat siapa dan dimana, semata-mata bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi pedesaan, usaha menengah kecil. Apalagi selama ini Hary Tanoesoedibjo sebagai Ketua Umum Partai Perindo memberi warna tersendiri bagi masyarakat ke bawah.

“Ini yang menarik, konsepsi Perindo itu memberikan nuansa baru percaturan politik di republik ini, dimana ada satu partai yang akan menyentuh masyarakat paling bawah, jadi akar rumput yang akan kita angkat agar masyarakat bisa sejajar dengan kondisi di negara lain,” tandasnya. (bpc/jw)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN