SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Puluhan sopir yang sehari-harinya beroperasi sebagai taksi tidak resmi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar melakukan aksi unjuk rasa, Senin (04/03/2019) siang sekitar pukul 13.50 Wita.
Dalam aksi protes yang berlangsung di area Tollgate Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar itu, para sopir menyatakan tidak menerima perlakuan petugas Avsec dan BKO TNI AU.
Perlakuan petugas itu menimpa salah satu rekan mereka yang kendaraannya dihentikan dan diperintahkan untuk menurunkan penumpangnya serta dialihkan ke mobil taksi resmi bandara.
Kronologisnya bermula ketika sekitar pukul 11.30 Wita para petugas Avsec dan BKO TNI AU melaksanakan operasi penertiban di Tollgate Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Semua kendaraan yang dicurigai sebagai taksi tidak resmi Bandara Hasanuddin dihentikan petugas dan menurunkan penumpangnya serta mengalihkan ke kendaraan taksi resmi Bandara Hasanuddin.
Salah seorang sopir tidak resmi, Joni mendatangi pos penertiban dan memprotes serta tidak menerima rekannya atas nama Ahmad diperintahkan petugas menurunkan penumpangnya.
Joni menyampaikan ke petugas akan memanggil warga lokal lainnya yang berprofesi sebagai sopir taksi tidak resmi di Bandara Hasanuddin untuk melakukan aksi protes kepada pihak manajemen Bandara Hasanuddin.
Sekitar pukul 13.55 Wita, sebanyak 25 orang sopir taksi tidak resmi yang merupakan warga lokal bermukim seputar Bandara Hasanuddin tiba di Pos Penertiban Tollgate melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Beberapa menit kemudian datang Asisten Manager Avsec PT Angkasa Pura I, Salahuddin menemui para pengunjuk rasa dan mendengarkan aspirasi warga lokal yang berprofesi sebagai sopir taksi tidak resmi di area Bandara Hasanuddin.
Pada kesempatan itu, para pengunjuk rasa meminta kebijakan pihak manajemen Bandara Hasanuddin untuk diberikan kesempatan mencari penumpang dan beroperasi di area Bandara Hasanuddin.
Kepada para pengunjuk rasa, Salahuddin mengatakan menerima aspirasi mereka dan akan dilaporkan ke pimpinannya. Namun demikian, sesuai aturan hanya taksi resmi yang boleh mengangkut penumpang dari Bandara Hasanuddin. (im/jw)



