SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.
Masyarakat Indonesia, baik yang berada di seluruh penjuru nusantara maupun di luar negeri, memiliki ragam tradisi unik dalam menyambut HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 mendatang. Menjelang momen bersejarah tersebut, Komunitas Yayasan Kepedulian Generasi Baru Anak Bangsa (YKGBAB) mulai mematangkan serangkaian kegiatan sebagai bentuk apresiasi dan partisipasi aktif.
Ketua YKGBAB, H. Jurlan Em Saho’as, yang didampingi Ketua Dewan Pembina Andy Hassan, menyampaikan kepada awak media bahwa semarak perayaan HUT RI ke-81 akan diisi dengan kegiatan edukatif. Pihaknya melibatkan pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) agar mereka dapat merayakan hari kemerdekaan sekaligus meresapi maknanya.
“YKGBAB mengapresiasi peringatan HUT Proklamasi ke-81 melalui pawai keliling kota. Kami akan membentangkan spanduk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta menyuarakan kepedulian atas kejahatan genosida yang menimpa anak-anak di berbagai belahan dunia,” ujar Jurlan, yang juga seorang jurnalis senior dan seniman, Selasa (4/8/2026).
Jurlan menjelaskan, armada bus berhias ornamen merah putih akan membawa para peserta menyusuri rute kota dari pagi hingga siang hari, berawal dari halaman utama Fort Rotterdam di Jalan Ujung Pandang. Pada kedua sisi bus, terbentang spanduk besar berisi pesan-pesan dukungan untuk program MBG dan seruan menghentikan genosida yang menargetkan generasi muda, khususnya di Palestina dan Iran.
Mantan Komisioner BAZNAS Kota Makassar yang kini menjabat sebagai Pengurus Pusat Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA-IPNU) ini menambahkan, keputusan memanfaatkan momentum HUT RI untuk menyuarakan program MBG didasari atas perhatian publik yang sedang terfokus pada perayaan kemerdekaan. Di sisi lain, program MBG gagasan Presiden Prabowo kini tengah menjadi sorotan tajam, bahkan tak sedikit pihak yang mendesak agar program ini dihentikan.
“Di sinilah kami merasa terpanggil untuk bersuara sebagai lembaga yang mengusung visi menyelamatkan generasi muda dari keterbelakangan serta perlakuan tidak adil dalam pemenuhan hak-hak asasi mereka,” tutur Jurlan penuh semangat.
Menurutnya, substansi program MBG pada dasarnya sangat krusial. Asupan makanan bergizi amat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak, yang menjadi syarat mutlak jika ingin membawa bangsa ini semakin maju dan berdaya saing di kancah global. Ia menegaskan, anak yang mengalami kekurangan gizi rentan mengalami gangguan pertumbuhan (stunting) dan mudah terserang penyakit berbahaya.
“Pada hakikatnya program MBG ini tidak bermasalah. Yang menjadi persoalan adalah oknum pengelola yang memanipulasi anggaran fantastis hingga ratusan triliun rupiah demi kepentingan pribadi,” tegas penyair yang karya bukunya meraih predikat terbaik dalam Antologi Puisi Penyair Indonesia 2023 tersebut.
Ia menguraikan, praktik korupsi yang terstruktur dan masif di tingkat pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdampak langsung pada penurunan kualitas menu harian. Penyimpangan anggaran ini memicu pengabaian standar gizi dan higienitas, sehingga memicu maraknya kasus keracunan makanan di lapangan.
Jurlan juga mengkritisi wacana pengalihan dana MBG secara langsung kepada orang tua murid. Menurutnya, skema tersebut berisiko tinggi memicu penyalahgunaan pemanfaatan dana—seperti dibelanjakan untuk kebutuhan di luar pangan anak atau bahkan terjerat perjudian online, sebagaimana yang pernah dijumpai pada penerima bantuan PKH.
“Apabila pemerintah tetap mempertimbangkan penyaluran dana secara langsung, alangkah lebih bijak jika dikelola oleh pihak sekolah masing-masing. Sekolah dinilai jauh lebih berpengalaman dan teruji dalam mengelola dana BOS,” sarannya.
Penutupan sejumlah unit SPPG pascamonitoring dan audit oleh pejabat baru Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi bukti sah bahwa kendala utama terletak pada ranah manajerial, bukan pada konsep programnya. Teranyar, Kepala BGN Sudaryono pascapelantikan langsung mengambil tindakan tegas dengan mencopot 137 Kepala SPPG di berbagai daerah di Indonesia. (*)


