Direktur PT Selayar Mandiri Utama Akui Beli Tanah di Pulau Lantigiang Atas Petunjuk Seorang Pejabat Balai TNTB

SOROTMAKASSAR -- Selayar.

Calon Investor Pulau Lantigiang, dalam Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (TNTB), sebagai Direktur PT Selayar Mandiri Utama (SMU) berinisial AS, mengakui dirinya membeli tanah kebun di atas Pulau Lantigiang, yang sebelumnya telah membeli tanah di pulau Latondu Besar, atas petunjuk dari salah seorang pejabat Balai TNTB.

Hal ini dijelaskan Penasehat Hukum calon investor Pulau Lantigiang, Zainuddin P, SH, dalam Konferensi Pers yang diselenggarakan di Rayhan Resto, Selasa (02/02/2021).

Zainuddin menjelaskan beberapa hal tentang rencana AS, untuk berinvestasi di dalam kawasan TNTB, menuruti petunjuk pihak Balai TNTB, bahwa kalau mau berusaha hanya bisa di tiga pulau, diantaranya, Pulau Latondu Besar, Pulau Belang Belang dan Pulau Lantigiang.

Dari ketiga pulau yang ditunjuk Balai TNTB, AS tertarik ke Pulau Latondu Besar. Melalui pertimbangan dalam usahanya di Bidang kepariwisataan, AS melakukan survei di Pulau Latondu Besar dan ternyata dianggap cocok, sambil mencari tahu pemiliknya dan akhirnya membeli tanah di Pulau Latondu Besar pada tahun 2018.

Disampaikan, setelah Pulau Latondu Besar, AS juga melakukan peninjauan di Pulau Lantigiang dan tertarik dengan pulau tersebut, sehingga membangun komunikasi dengannya, sekaligus minta pertimbangan.

"Pihak AS meminta keluarganya untuk mencari tahu ke Desa Jinato, siapa sesungguhnya pemilik sebagian tanah di atas Pulau Lantigiang," ungkap Penasehat Hukum AS, Zainuddin, SH.

"Ternyata diketahui kurang lebih 20 orang yang berhak atas tanah di Pulau Lantigiang. Dalam internal keluarga, Syamsul Alang (SA) yang dipercaya sebagai penjual kepada pembeli AS yang sudah ada surat keterangan kepemilikan tanah, milik SA dan bukan kepemilikan Pulau," ungkap Zainuddin.

Dalam Konferensi Pers tersebut juga diketahui bahwa tanah yang dibeli AS di atas Pulau Lantigiang, hanya sekitar 4 Ha, seharga Rp 900 juta dengan DP sebesar Rp 10 juta, dan sisanya akan diselesaikan setelah terbit izin membangun usaha pariwisata.

"Kalau ada yang merasa keberatan atas tanah tersebut silahkan gugat perdata," ungkapnya. (Ucok Haidir)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN