SOROTMAKASSAR -- JAKARTA, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan persoalan narkotika bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan. Penegasan itu disampaikannya saat menerima audiensi jajaran pimpinan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) di Kantor BNN RI, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026) lalu.
Menurut Suyudi, upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika akan lebih efektif apabila dilakukan secara kolaboratif dan berkesinambungan. Organisasi masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik sekaligus memperkuat ketahanan sosial bangsa.
Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif PSMTI yang menunjukkan komitmen untuk terlibat aktif dalam agenda pemberantasan narkotika. Keterlibatan tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam mendukung program pemerintah, khususnya pada aspek edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Audiensi yang dipimpin Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta bersama jajaran pengurus pusat itu menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang sinergi strategis. Dalam pertemuan tersebut dibahas peluang kerja sama di bidang sosial kemasyarakatan, edukasi publik, serta pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Suyudi menekankan, kolaborasi antara lembaga negara dan organisasi masyarakat merupakan strategi efektif menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. Ia juga mengingatkan pentingnya perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika yang kian kompleks dan dinamis.
Menanggapi hal itu, Wilianto Tanta menegaskan via seluler, Jumat (13/12/2026), kesiapan PSMTI untuk bersinergi secara konkret dengan BNN RI. Pihaknya menyatakan dukungan penuh terhadap program-program pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan sosial, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Wilianto menjelaskan, PSMTI memiliki jaringan organisasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dengan kekuatan tersebut, PSMTI siap menjadi penghubung dalam menyampaikan edukasi serta kampanye hidup sehat kepada masyarakat luas.
Menurutnya, pendekatan berbasis komunitas menjadi salah satu kunci efektif dalam membangun kesadaran kolektif agar masyarakat menjauhi narkoba sekaligus memperkuat ketahanan keluarga dan lingkungan sosial.
Audiensi turut dihadiri sejumlah pengurus PSMTI Pusat, antara lain Sekretaris Umum Peng Suyoto; Ketua Dewan Pengawas Lucas, S.H., C.N.; Ketua Dewan Penyantun Abraham Rudy Hartono; Ketua Dewan Penasihat Teguh Kinarto; Dewan Penyantun Tun Fendy Unggul; Ketua Harian II Djoni Toat; Wakil Ketua Umum Departemen Organisasi, Hukum, HAM, dan Advokasi Johnny Situwanda; Wakil Ketua Umum Departemen Lembaga Pemerintahan Raymond Arfandy; Wakil Ketua Umum Departemen Hubungan Ormas dan Lintas Agama Serian Wijatno; serta Ketua Umum Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti–PSMTI) Helga Abraham beserta jajaran lainnya.
Dari pihak BNN RI hadir Direktur Informasi dan Edukasi BNN Tri Julianto Djatiutomo, S.I.K., M.M.; Kepala Biro Hubungan Masyarakat Protokol BNN Brigjen Pol. Dr. Putu Putera Sadana, S.I.K., M.Hum., M.M.; Kepala Biro SDM Aparatur Organisasi Sekretariat Utama BNN Brigjen Pol. Deni Dharmapala, S.H., S.I.K., M.H.; serta Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Drs. Yuki Ruchimat.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua belah pihak sepakat, sinergi kuat antara organisasi kemasyarakatan dan institusi pemerintah menjadi langkah strategis menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkotika. Pendekatan penegakan hukum dinilai perlu berjalan seiring dengan upaya sosial yang terstruktur, masif, dan berkelanjutan. (Hdr)


