SOROTMAKASSAR - MAKASSAR.
Suasana Cafe Ombak di Jalan Ujungpandang No. 6 Makassar mendadak menjelma panggung reuni para elit pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026. Ratusan tamu tumpah ruah merayakan syukuran ulang tahun ke-71 sosok penting sekaligus deklarator Partai Demokrat, A. Reza Ali. Malam itu bukan sekadar momen pertambahan usia, melainkan potret nyata bagaimana jejaring politik, dunia usaha, hingga militer menyatu hangat dalam satu ruangan di bawah nama besar Reza Ali.
Reza Ali sendiri merupakan figur sentral dalam rekam jejak politik Sulawesi Selatan. Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulsel pertama sekaligus pendiri yang konsisten menjaga ritme partai sejak awal lahir, tokoh kelahiran 1955 ini terus membuktikan perannya sebagai jembatan perekat di antara beragam faksi.
Kehangatan acara kian terasa dengan hadirnya sang istri, Murarvia Evi Manga, beserta kelima buah hati, adik-adik kandung, dan jajaran keponakannya. Tampak di antaranya ST Diza Rasyid Ali, Yuza Ali, Adi Rasyid Ali, hingga Andi Januar Jaury Dharwis. Meski dikemas dalam nuansa kekeluargaan yang erat, daftar tamu yang memadati lokasi menegaskan betapa berbobotnya nilai politik acara tersebut.
Kehadiran Sahabat Kecil Sang Jenderal Bintang Tiga
Momen spesial diawali oleh kedatangan Letjen TNI (Purn) Gerhan Lantara. Purnawirawan bintang tiga yang dikenal punya kedekatan khusus dengan Presiden Prabowo Subianto ini hadir murni sebagai kawan masa kecil Reza Ali, tanpa membawa atribut partai mana pun.
Jejak karier Gerhan di dunia militer terbilang sangat gemilang. Ia pernah mengemban amanah sebagai Inspektur Jenderal TNI Angkatan Darat, Pangdam XII/Tanjungpura, hingga Pangdivif 2/Kostrad. Lahir pada 1955 dan hanya berselisih usia satu tahun dari Reza Ali, jalinan persahabatan puluhan tahun di antara keduanya mengalir begitu akrab di tengah keramaian.
Dari jajaran pebisnis, hadir Gunadi, konglomerat legendaris yang telah berkiprah sejak era 80-an. Kehadiran sahabat karib Reza Ali ini makin mempertegas kuatnya poros jejaring bisnis sang tokoh utama.
Momen Manis Ilham Arief Sirajuddin dan Unik Latar Kue '17'
Jika kehadiran Gerhan Lantara mencerminkan koneksi tingkat nasional, kehadiran dua figur penting Sulsel menjadi simbol hangatnya kebersamaan yang menembus batas-batas partai. Ketua DPRD Sulsel sekaligus Ketua Partai NasDem Kota Makassar, drg. Andi Rahmatika Dewi, hadir ditemani sang suami, Andi Faldi.
Namun, perhatian publik seketika terpusat saat mantan Wali Kota Makassar dua periode (2004–2014), Ilham Arief Sirajuddin (IAS), melangkah masuk bersama istrinya, Aliyah Mustika Ilham (Wakil Wali Kota Makassar). Kedatangan sosok yang akrab disapa Aco ini serba mendadak. "Saya baru tahu kalau Pak Reza buat acara syukuran malam ini setelah tidak sengaja ketemu keponakan, Rahmatika Dewi, di acara nikahan," tutur Aco santai.
Pasangan tersebut rupanya baru saja bertolak dari resepsi pernikahan putri tokoh Golkar Sulsel, Rahman Pina, di Claro Hotel. Masih mengenakan gaun dan setelan resmi — Aco dengan kemeja batik kuning dan Aliyah berbalut atasan hitam anggun dengan rok cokelat — mereka membawa kejutan berupa kue ulang tahun berdandankan lilin angka '17'.
"Bukan 17 tawwa Pak Aco, 71 mi," ceretus Diza Rasyid Ali, adik Reza Ali, menggunakan dialek khas Makassar yang disambut gelak tawa para tamu.
"Salah ki Kak Diza. Kak Reza itu jiwa mudanya masih 17 tawwa," sahut Ilham Arief Sirajuddin cerdas, memancing tawa bergemuruh sebelum semua hadirin bernyanyi Happy Birthday bersama-sama.

Meskipun saat ini berbeda bendera politik — antara Golkar dan Demokrat — ikatan emosional Reza Ali dan Ilham Arief Sirajuddin sudah seperti saudara kandung yang tak terpisahkan. Aco pun disambut hangat oleh Reza Ali beserta jajaran keluarga dan putranya, Harpen Reza Ali.
Setelah lilin angka '17' yang terbalik itu ditiup, Aco memberikan kado spesial berupa kotak merah elegan yang terbungkus rapi di dalam tas biru.
"Isi kadonya apa untuk Pak Reza, Pak?" cecar para awak media.
"Rahasia dong," seloroh Aco sembari tertawa lepas.
Ruang Silaturahmi Lintas Warna Politik
Usai momen potong kue, Aco tampak duduk santai satu meja bersama Sekprov Sulsel yang baru purna tugas, Jufri Rahman, serta Rahmatika Dewi. Terlihat pula Direktur PD Parkir Makassar Raya, Adi Rasyid Ali, yang ditemani istrinya, Irmawati Zainuddin dari Fraksi Partai Golkar. Di meja tersebut, sekat-sekat politik seketika meluruh. Jufri Rahman dan Ilham Arief Sirajuddin bahkan menyempatkan diri menyumbang beberapa tembang lagu, menambah hangat suasana malam Minggu.
Malam syukuran yang awalnya hanya diniatkan untuk kerabat dan sahabat dekat ini pada akhirnya mewujud menjadi panggung silaturahmi lintas partai, lintas generasi, dan lintas elemen — meleburkan simpul Demokrat, Golkar, NasDem, hingga Gerindra.
Di gerbang usianya yang ke-71, Reza Ali kembali membuktikan sebuah pesan penting: ikatan persahabatan sejati dan investasi sosial yang dipupuk sejak dini jauh lebih bernilai dan abadi dibanding riak politik praktis. (*)


