SOROTMAKASSAR – MAKASSAR, Udara adalah napas kehidupan, anugerah yang tak terlihat, tetapi menentukan keberlangsungan setiap insan. Di tengah denyut Kota Makassar yang terus bergerak, Owner Losari Group, Ir. Arwan Tjahjadi, memantau lingkungan sekitar Pantai Losari dari ketinggian gedung Hotel Losari Beach Makassar, Rabu sore (14/10/2026). Dari sudut pandang tersebut, tersirat sebuah pesan tentang pentingnya merawat lingkungan dan menjaga kualitas udara demi kesehatan masyarakat.
Kondisi udara yang terasa kurang nyaman di Makassar dan sekitarnya menjadi perhatian bersama. Peningkatan aktivitas kendaraan bermotor, debu jalanan, pembakaran sampah, serta potensi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia merupakan faktor yang patut diwaspadai. Di balik kesibukan kota dan gemerlap pembangunan, tersimpan tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap warga tetap dapat menghirup udara yang sehat dan menjalani kehidupan dengan nyaman.
Perbincangan mengenai dugaan asap kiriman dari Kalimantan pun ramai menghiasi media sosial. Kebakaran lahan gambut memang dapat menghasilkan asap tebal yang mengandung partikel halus berbahaya bagi pernapasan. Namun, langit yang tampak keruh tidak serta-merta membuktikan bahwa asap tersebut berasal dari wilayah lain. Diperlukan data kualitas udara, kondisi meteorologi, dan arah angin dari instansi berwenang untuk memastikan sumber pencemaran. Masyarakat perlu tetap waspada tanpa harus terjebak dalam kepanikan akibat informasi yang belum terverifikasi.
Dalam semangat kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Ir. Arwan Tjahjadi mengajak warga untuk menjadikan perlindungan diri sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari. Menggunakan masker respirator yang mampu menyaring partikel halus, seperti N95 atau yang setara, ketika kualitas udara memburuk, membatasi aktivitas berat di luar ruangan, serta memilih waktu beraktivitas saat udara relatif lebih baik merupakan langkah yang dapat dilakukan. Anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan juga perlu mendapat perhatian lebih, mengingat mereka lebih rentan terhadap dampak polusi.
Kepedulian itu hendaknya tidak berhenti pada upaya melindungi diri, tetapi tumbuh menjadi gerakan bersama untuk merawat lingkungan. Menghindari pembakaran sampah, menjaga kebersihan kawasan tempat tinggal, merawat kendaraan agar emisinya terkendali, serta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi apabila memungkinkan merupakan langkah sederhana yang membawa arti besar jika dilakukan secara konsisten. Sebab, lingkungan yang sehat tidak dibangun oleh satu tangan, melainkan oleh kesadaran banyak orang yang memilih untuk saling menjaga.
Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat juga diimbau untuk mengutamakan sumber resmi, seperti BMKG, instansi lingkungan hidup, dan BPBD setempat, dalam memantau kondisi udara. Informasi yang benar akan menuntun pada tindakan yang tepat, sedangkan kabar yang belum teruji dapat menumbuhkan kecemasan yang tidak perlu. Kewaspadaan harus berjalan beriringan dengan kejernihan berpikir, agar masyarakat mampu menjaga kesehatan tanpa kehilangan ketenangan.
Dari ketinggian Hotel Losari Beach, Pantai Losari menjadi pengingat bahwa keindahan kota bukan hanya terletak pada bentangan laut dan cakrawala senja, melainkan juga pada kualitas kehidupan masyarakat yang tumbuh di dalamnya. Pesan kepedulian yang digaungkan Ir. Arwan Tjahjadi mengajak setiap orang untuk kembali menyadari bahwa udara bersih adalah kebutuhan bersama, kesehatan adalah harta berharga, dan lingkungan merupakan warisan bagi generasi mendatang. Mari menjaga udara, merawat kehidupan, dan membangun Makassar yang lebih sehat, sebab kota yang nyaman adalah kota yang memberi setiap warganya kesempatan untuk bernapas dengan aman, hidup dengan tenang, dan menatap masa depan dengan harapan. (*Rz)


