Asmin Amin : Pertunjukan 'Pesta Petta Puang' Merupakan Cerminan Kesenian Masa Depan

SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Gawe seni kolosal bertajuk 'Pesta Petta Puang' baru saja berakhir. Materi selama hajatan berlangsung tersave sebagai bagian event tersebut. Mulai dari para pedagang makanan/minuman, galeri buku dan art, juga pertunjukan monolog, teater, fashion show, layar tancap dan kolaborasi multi interaksi.

Khusus kolaborasi multi interaksi, media ini menyimpan kutipan wawancara dari pelaku yang terlibat. Hal ini menarik untuk di ekspos sebagai bentuk dan konsep baru. 

Mereka diantaranya Asmin Amin (Budayawan), Jamal Gentayangan (Musisi/Dosen IKJ), Rotua Magdalena (Perupa/Lulusan Magister IKJ), Andi Tenri Labbi (Penari/Owner EI asal Labuang Bajo NTT) dan Andi Marwiah Palaloi (Penari/Kasi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Selayar). Dan secara berturut akan mengutip dan memberikan hasil wawancara mereka.

Budayawan Asmin Amin asal Sulawesi Selatan dalam kutipan wawancara beberapa hari lalu, keikutsertaannya dalam kolaborasi multi interaksi dengan judul 'Kopi Mana' melihatnya ke dalam 3 (tiga) segmen. 

Pertama, cara berkesenian yang kolaboratif dari berbagai genre. Seperti nyanyian dan syair-syair dari Labuang Bako dan bahasa Makassar yang digunakannya. Artinya kesenian yang digabungkan. 

Kedua, eksperimental, karena menurutnya hal yang langka dan jarang dilakukan di makassar. Dan ketiga, adalah laboratoris.

Kolaborasi yang kemarin itu, lanjut Tetta sapaan akrabnya, digambarkan musik genre jazz. Semua pemain tidak ada saling menonjol. Sementara materi yang dia bawakan terinspirasi dari peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW.

Asmin mencoba menjelaskan dalam bahasa Makassar sesuai teks dan ucapan verbal yang ditulisnya, 'Paja'rekki sahada'nu, paentengngangi sambayan'nu'. Itu ujung-ujungnya mendapatkan cahaya. 'Nipajappuki ri rate ri cappa langi', akimbolong kalompoamg, ni jappuki singara katojengang (cahaya kebenaran)'. Nanti akhirnya, 'ni kalo ki bone-bone'na lino passigina ahirat (kesejahteraan dunia)'.

Substansinya lanjut Asmin Amin yang mantan anggota DPR RI ini, pertunjukan 'Pesta Petta Puang' kemarin itu, merupakan cerminan kesenian masa depan seperti yang dia sebutkan terdiri atas 3 segmen di atas. Bahwa perbedaan (multi interaksi) adalah keniscayaan dan juga keindahannya ada disitu. (rk)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN