Beragam Respon Penonton Usai Menyaksikan 'Petta Puang Tidak Lucu Lagi'

SOROTMAKASSAR -- Makassar.

Sejak pertunjukan 'Petta Puang Tidak Lucu Lagi' digelar dari tanggal 31 Maret hingga 1 April 2019 di Teater Tertutup Gedung Kesenian Societeit De Harmonie, beragam respon maupun tanggapan dilontarkan penonton usai menyaksikannya.

Andi Marwiah Palaloi, seorang penari serta Kasi Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Selayar memberikan tanggapannya. Satu konsep cerita yang bagus dari Bahar Merdu. Analitis, tetap lucu, respons terhadap apa yg sedang menggejala, dan 'up to date'. 

Menurut Andi Marwiah pula, pemeran si Bisu sangat 'kuat' hingga mampu memberikan interpretasi bahwa sebenarnya banyak orang yang mengerti tentang apa yang terjadi di masyarakat tetapi hanya bungkam.

Lain halnya tanggapan seorang Fotografer, Agus Linting yang melihat sebuah apresiasi menarik disuguhkan di tengah hiruk pikuk menjelang pemilu. Mengantar sejenak untuk tersenyum dan menghibur diri. Tentunya menghibur kita semua.

Sementara seorang Penulis dan Manager di perusahaan transportasi, Moch. Hasymi Ibrahim hanya merespons satu kalimat. Katanya, ternyata yang lucu adalah kita semua.

Sedangkan Andi Tenri Labbi, seorang penari dan owner EO asal Labuang Bajo NTT, justeru membandingkan tokoh Petta Puang yang dulu dan yang sekarang. Ia pun berpendapat, secara keseluruhan pertunjukan itu bagus. Namun dirinya mengaku tak mendapatkan tokoh Petta Puang yang diinginkan seperti saat Abdul Rojak memainkan peran itu. Ia merasa kehilangan nafas Petta Puang dalam pertunjukan itu.

Kritikan dan saran juga datang dari Arifin Manggau, seorang dosen dan musisi, yang menilai garapan Petta Puang kali ini sudah mengalami pergeseran, termasuk penyutradaraan yang lebih kepada teater populer yang bersifat konvesional.

Namun disisi lain, akuinya, sepertinya sang sutradara Bahar Merdhu dalam garapan kali ini, ingin mencoba mencari bentuk baru dari Petta Puang itu sendiri dengan para pelakon yang berbeda dari sebelumnya. Kenyataannya, hasil dari sebuah rekayasa baru sang sutradara, pun belum mampu mengalahkan maha karya Petta Puang sebelumnya. 

Entah karena mungkin para aktor atau aktris yg memerankan belum menyelami lebih jauh eksistensi aktor dan aktris sebelumnya ? Sekalipun mencoba beranjak dari kejenakaan pertunjukannya selama ini untuk di buat menjadi serius, kiranya sangat sulit. Sebab dengan kata 'Petta Puang' saja orang sudah menggelitik karena sebuah teks yang kecenderungannya memiliki makna ganda. (rk)

Politik

Pendidikan

Opini

Berita Makassar

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN