24 Jam Safari Kesehatan di Tanah Turatea: Menyebar Edukasi, Menembus Pelabuhan Bungeng hingga Gurihnya Gantala Kuda

SOROTMAKASSAR - JENEPONTO — Terik matahari menyengat di atas jalur poros selatan Sulawesi Selatan saat jarum jam menunjuk tepat pukul 12.00 WITA, Rabu, (23/9/2026). Dari Kota Makassar, sebuah kendaraan roda empat berjuluk "Si Putih" melaju membelah jalanan. Di dalamnya, rombongan tim Biogreen Science (BGS) memulai perjalanan edukasi kesehatan menuju Kabupaten Jeneponto. Tim ini dipimpin langsung oleh Master BGS asal Bali, Adnyana—yang akrab disapa Master Yana—didampingi Junior Master (JM) Andriani Rusdin, STP, atau yang hangat disapa Endang.

Bagi Yana dan Endang, ini adalah pengalaman pertama menyusuri bumi yang masyhur dengan julukan daerah Pohon Lontar dan Kuda tersebut. Rasa penasaran mendorong diskusi hangat di sepanjang jalan. Memasuki wilayah Jeneponto, pemandangan lanskap gersang dengan hamparan tambak garam di Desa Pallengu, Kecamatan Bangkala, membuat keduanya terkagum-kagum. "Pak, kalau balik nanti kita singgah di sini ya, mau foto dan videokan momen ini," celutuk salah satu dari mereka mengagumi keindahan lanskap pesisir.

Tepat pukul 14.15 WITA, rombongan tiba di Hotel Binamu, pusat dilaksanakannya agenda presentasi resmi. Usai menunaikan ibadah salat Asar di lantai dua, acara dibuka oleh MC H. Mangindara Dg. Lau (H. Lau). Dengan gaya bahasa lugas, H. Lau menceritakan pengalamannya selama sebulan terakhir mengedukasi kerabat serta keluarga penderita stroke dan diabetes untuk rutin mengonsumsi produk BGS.

Leader Jeneponto Bahagia, Syarbini Mattewakang Kr. Lompo, dalam sambutannya menegaskan tekadnya mengenalkan pola hidup sehat di tanah kelahirannya. "Kami berupaya memperkenalkan ini lewat sosialisasi kesehatan. Sudah banyak bukti kesembuhan pasien di tempat lain berkat produk BGS. Kami berharap masyarakat Jeneponto mulai beralih ke pola hidup sehat ini," tuturnya. Syarbini juga mengungkapkan, aktivitas ini merupakan langkah persiapan menjelang purna tugasnya sebagai abdi negara tahun depan agar tetap memiliki penopang finansial melalui sistem jaringan BGS.

Sesi pengenalan produk BGS diisi oleh Endang yang memulai membagikan kisah haru sang ibu. Di usianya yang menginjak 83 tahun, ibunya sempat mengalami kesulitan berjalan dan penurunan penglihatan. Namun, setelah rutin mengonsumsi kombinasi produk Bio NAD+ Boost untuk perbaikan DNA serta sel tubuh, dipadukan dengan Applesc Plus sebagai peningkat antioksidan, kondisi fisiknya membaik drastis.

"Ibu saya kini sudah sembuh total, bahkan rambut uban beliau perlahan kembali menghitam," papar Endang memotivasi hadirin.

 Sementara itu, Master Yana menegaskan visi utama BGS yang tidak sekadar berjualan produk, melainkan membangun ekosistem bisnis dan jaringan keanggotaan. "Produk adalah alat bantu. Saat menjadi member, Anda mendapatkan produk untuk dikonsumsi sendiri atau keluarga. Namun esensinya, ketika Anda membuka jaringan, di situlah roda bisnis yang menguntungkan mulai berjalan," terang Yana lugas seraya membedah potensi pengembangan jaringan secara mendalam.

Hari kedua, Kamis (24/9/2026), agenda berlanjut ke Kantor Kementerian Agama Urusan Haji dan Umrah Kabupaten Jeneponto. Edukasi serupa disambut hangat. Menariknya, Kepala Kantor Kemenag, Mukti Ali, langsung memutuskan bergabung menjadi member tingkat Silver. Ia memilih produk Bio NAD+ dan Bio Gold untuk ibunya yang tengah terbaring sakit di rumah. Doa bersama pun mengema di ruangan agar ibundanya lekas diberikan kesembuhan.

Tiba waktu istirahat pukul 12.30 WITA, tim menyempatkan diri menyantap kuliner khas Jeneponto: gantala, coto, dan konro kuda. "Enak sekali, ini pertama kalinya saya mencicipi gantala kuda," puji Master Yana. Senada dengan Yana, JM Endang yang memesan coto kuda mengaku terkesan dengan cita rasa autentik yang selama ini hanya ia dengar dari cerita rekan-rekannya.

Usai ishoma, perjalanan berlanjut ke Desa Bungeng, Kecamatan Batang. Sebelum sosialisasi di balai desa dimulai, tim menyempatkan berkunjung ke Pelabuhan Bungeng. Decak kagum kembali terdengar saat mereka menyaksikan aktivitas kapal-kapal kayu yang sedang membongkar muatan. Pelabuhan ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan menuju pulau-pulau di wilayah Indonesia Timur. Momen berharga itu tak dilewatkan tim untuk berfoto dan mengabadikan video pendek.

Di Balai Desa Bungeng, antusiasme warga—terutama para ibu-ibu—begitu membuncah saat menyimak paparan materi. Kehangatan makin terasa ketika Master Yana membagikan sampel tester produk secara gratis. Tingginya minat warga membuat mereka mengusulkan pembentukan grup WhatsApp khusus guna mempermudah konsultasi kesehatan berkala. Usulan tersebut disambut baik oleh Syarbini Mattewakang.

Jarum jam menunjukkan pukul 17.15 WITA ketika rombongan pamit meninggalkan Desa Bungeng. Sebelum benar-benar meninggalkan Jeneponto, tim mampir sejenak di Alun-Alun Bontosunggu untuk menikmati hidangan dimsum hangat usaha milik Ayyum.

Seiring tenggelamnya senja di ufuk barat, kendaraan "Si Putih" kembali membelah kegelapan malam, menyusuri rute Poros Jeneponto, Takalar, hingga Gowa. Tepat pukul 21.20 WITA, tim BGS akhirnya tiba kembali dengan selamat di Kota Daeng Makassar, membawa misi kesehatan yang sukses ditunaikan. (Laporan Raka)

 

Politik

Pendidikan

Opini

Kuliner Nusantara

Newsletter

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSI | DISCLAIMER | IKLAN