SOROTMAKASSAR -- Gowa.
Untuk mengantisipasi pengaruh paham radikalisme dan terorisme khususnya bahaya ISIS ditengah masyarakat, Kasubbag Humas Polres Gowa AKP M.Tambunan memberikan edukasi.
Salah satu komunitas yang ditemui Selasa (28/07/2020) pagi tadi, diantaranya adalah pengemudi Grab yang beroperasi di Kabupaten Gowa.
Dalam kesempatan tersebut Kasubbag Humas melakukan upaya tindakan preventif kontra terorisme atau strategi untuk menetralisir paham-paham yang dianggap radikal dan membahayakan dengan cara melakukan pendekatan kepada lapisan masyarakat.
Mengawali penyuluhan, Kasubbag Humas mengangkat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ia mengatakan, dengan lima sila yang tertuang dalam Pancasila bila diikuti dan dijabarkan dengan benar maka kita sebagai warga negara akan selalu damai tanpa ada perselisihan. Itulah kunci agar tindakan radikalisme yang sifatnya kekerasan (negatif) tidak kembali terjadi di Indonesia.
"Saya mengimbau kepada saudara-saudara untuk tetap selalu waspada dan tidak terpengaruh dengan paham radikal (negatif) yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan dalam berbangsa dan bernegara," ungkap Kasubbag Humas AKP M. Tambunan.
Paham radikalisme itu dapat kita temui diberbagai media sosial dan untuk itu saya mengimbau kepada kita semua jangan mudah terpengaruh dengan ajakan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan paham paham tersebut.
Salah satu ajakan di medsos pada umumnya adalah dengan cara memposting hal-hal yang sifatnya mempengaruhi diri kita agar mengikuti kehendak kelompok tersebut dan seakan-akan apa yang disampaikannya adalah benar.
Ini yang perlu kita waspadai dan yakinlah, di negara manapun paham ini tegas ditolak oleh masyarakat dunia internasional.
"Tugas kita saat ini adalah bekerja, berdoa dan mengucap syukur atas berkah yang selama ini telah diberikan Allah kepada kita. Ingat satu kali kita melangkah di jalan yang salah maka keluarga kita akan ikut mendapat dampaknya," tutup AKP M. Tambunan. (*dion)


