Oleh : Miguel Dharmadjie, ST, CPS®️ (Penyuluh Agama Buddha Non PNS Provinsi Sulsel)
SEBANYAK 50 (lima puluh) umat Buddha menjadi Edukator Covid-19 usai mengikuti "Orientasi Gerakan 1000 Tokoh Agama Sebagai Edukator Covid-19" yang berlangsung di Swiss-Belhotel Makassar pada Sabtu (08/08/2020) siang hingga sore hari.
Umat Buddha peserta orientasi dalam upaya pencegahan Covid-19 ini berasal dari pengurus Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), pengurus Vihara, Cetiya dan organisasi Buddhis serta Penyuluh Agama Buddha Non PNS Provinsi Sulawesi Selatan.
Dalam orientasi ini peserta dibekali materi : Mengenal Covid-19 Hingga Protokol Kesehatan, Peran Ulama Dalam Pandemi Covid-19, Stigma dan Diskriminasi Covid-19, dan Testimoni Alumni Peserta Duta Covid-19.
Orientasi Tokoh Lintas Agama Edukasi Covid-19 yang diikuti umat Buddha ini adalah salah satu rangkaian Orientasi Gerakan 1.000 Tokoh Agama dalam upaya pencegahan Covid-19 yang diadakan Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Orientasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan ini dilaksanakan 10 hari mulai tanggal 27 Juli s/d 09 Agustus 2020 dengan target melibatkan 1.000 tokoh lintas agama yang terbagi dalam 20 angkatan dengan jumlah 50 peserta per angkatan. Dalam sehari target 100 peserta yang terbagi 50 orang pada sesi pagi dan 50 orang pada sesi sore.

Pembukaan Orientasi Tokoh Lintas Agama Edukasi Covid-19 telah dilakukan oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. H. M. Nurdin Abdullah, M.Agr pada Minggu (27 Juli 2020).
Orientasi Tokoh Lintas Agama Edukasi Covid-19 ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman tentang Covid-19. Setelah mengikuti orientasi ini Tokoh Lintas Agama diharapkan agar bersama-sama Pemerintah dapat memberi pemahaman dan edukasi di kalangan umat beragama dan kepada masyarakat tentang bahaya Covid-19.
Edukasi Covid-19 merupakan bagian dari 3 (tiga) langkah strategis disingkat TRISULA yang terdiri dari : Tracing, Testing dan Edukasi yang telah ditetapkan Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19 di Provinsi Sulawesi Selatan. (***)
