Mengenang Alfian Ali Nompo : Manfaatkan Mobil Box, Lolos dari Kepungan Polisi

Pin It

 

 Oleh : M. Dahlan Abubakar

SAHABAT Alfian Ali Nompo menitip banyak kenangan indah buat teman-teman. Terlalu banyak orang baik selalu cepat dipanggil dan “disukai” oleh Allah SWT, termasuk rekan kita yang satu ini.

Banyak kenangan yang terekam dalam hidup saya dan teman-teman di Harian “Pedoman Rakyat” (PR), media tempat saya 30 tahun menimba ilmu dan praktik jurnalistik.

Juga buat teman Andi Asmadi, James Wehantouw, Rusli (Chully), dan banyak lagi yang lain. Di akhir-akhir usia PR, saya memang tidak aktif “banget” di PR karena banyaknya tugas sebagai Kepala Humas Universitas Hasanuddin.

“Alfian orang yang tidak pernah marah dan selalu tersenyum. Tadi (03/08/2020) malam jenazahnya tampak tersenyum,” kenang James Wehantouw, “bos” media daring “SOROTMAKASSAR.COM”, tempat almarhum masih menyalurkan kesenangan jurnalistiknya hingga tutup usia.

Andi Asmadi juga punya kisah dengan almarhum. Asmadi, menurut James, selalu bingung menghadapi almarhum. Dimarahi dia diam saja. Itu sih biasa saja. Namun yang aneh bin ajaib, kalau “disemprot” dengan kata-kata karena tugas atau pekerjaannya, ee...malah tersenyum saja.

Asmadi sering kehabisan akal menghadapinya. “Satu-satunya wartawan yang tidak bisa dimarahi Asmadi....Kenapa mi itu diiii ?,” tulis James melalui saluran WhatsApp.

Energik dan Cuek

M. Rusly, yang akrab disapa ustadz Chully, lain pula kenangannya. Saat melayat di rumah duka, 3 Agustus 2020 malam, Chully mengenang, almarhum termasuk wartawan yang energik, tetapi cuek. Itulah kesehariannya di kantor maupun di luar kantor.

“Di kepalanya seolah tersimpan file berita tak terbatas yang kapan waktu jika dibutuhkan langsung direspon,’ ujar Chully.

Waktu Chully sama-sama di desk olahraga, Ano – begitu almarhum karib disapa teman-teman -- selalu menjadi penyelamat mengisi kolom olahraga yang masih kurang. Dia cepat menuliskannya dan tidak bikin repot. Laporannya nyaris sempurna tak banyak diedit.

Sisi lain kenangan Chully, Ano mudah bergaul yang juga menjadi modal besar menekuni profesi sebagai wartawan. Tak heran waktu meliput berita PSM, Ano sangat akrab dengan pelatih PSM Henk Wullems. Ia bahkan kerap meminjam kamar Wullems untuk istirahat.

Saking bersemangatnya menulis berita. Ano kerap lupa menjaga validitas berita. Kadang berita dicampur aduk dengan opini. Ini sisi kelemahan almarhum. Ano kadang berimajinasi biar beritanya enak dibaca. Nanti ada komplain dari sumber berita atau keluarga yang protes baru ketahuan kalau Ano berimajinasi... hahahaha.

Tak jarang Ano juga mendramatisasi keadaan. Ini cerita yang kerap mengocok perut dari Redaktur Kota Pak Muhammad Arfah. Waktu itu almarhum melaporkan berita orang yang meninggal di Rumah Sakit Bhayangkara dan dideskripsikan jenazah disambut isak tangis keluarganya di kampung. Eh ternyata mayatnya masih ada di rumah sakit.

Pada kesempatan yang lain Ano bisa bermetamorfosa menjadi seorang aparat yang sedang mengatur arus lalu lintas atau mengamankan orang yang bertikai yang ditemukan di jalanan.

Profesi wartawan seolah menjadi profesi multifungsi yang dapat dimanfaatkan sesuai kondisi dan situasi yang ada. Ia amat percaya diri dengan pakaian rompi dan ID Card yang tergantung di leher.

Soal dunia malam, Ano juga jagonya. Hampir semua titik yang identik dunia malam di Makassar pernah disambanginya. Ini pula yang membuat almarhum kadang tak sadar dan tidak dapat membedakan dirinya sebagai wartawan dengan orang awam. Buntutnya, dia terlibat jauh.

Lolos, Ngumpet di Mobil Box

Sebegitu akrabnya dengan dunia malam imbuh Chully, Ano pernah diuber petugas karena dicurigai sebagai pengguna. Kantor harian “Pedoman Rakyat” dikepung petugas. Sampai akhirnya Ano bisa lolos memanfaatkan mobil box yang mengantar makanan untuk wartawan dan karyawan PR di kantor.

Di media daring “SOROTMAKASSAR.COM”, Alfian terbilang paling produktif kirim berita-berita Gowa setiap hari. Namun sejak 16 Juli 2020, Alfian tidak pernah kirim lagi berita.

“Saya beberapa kali telepon dan WA tapi HPnya tidak aktif-aktif,” kata James Wehantouw, bos Ano di media daring itu.

Rabu (29 Juli 2020) malam, pukul 19.12 Wita, James mengontaknya lagi melalui WA. Bertanya, mengapa tidak pernah kirim berita lagi ? Dan hanya beberapa menit kemudian, tiba-tiba Alfian mengirim 5 berita dan dia juga sampaikan habis sakit selama 3 minggu.

Setelah 5 berita itu “meluncur”, keesokan harinya tidak pernah lagi kirim berita hingga dia menghembuskan napasnya yang terakhir dalam usia 52 tahun.

Senin (03/08/2020) malam di rumah duka, isterinya tidak percaya kalau dia mengirim berita karena seminggu terakhir sudah dalam kondisi lemah dan terbaring serta tidak pernah pegang HP lagi.

Cuma pernah Rabu (29/07/2020) malam tiba-tiba saja dia minta kepada istrinya untuk memberikan HP-nya. Isterinya tidak percaya dalam kondisi lemah bisa membuat berita.

Namun James katakan, 5 berita yang dibuat dan dikirim, semuanya bagus penyusunan kalimat dan bahasanya. Tidak ada kesalahan ketik.

Satu hal yang membuat Ano amat istimewa di kalangan teman wartawan, dia hampir tak pernah marah. Kalimat "adakah ?" kerap menjadi pamungkas menetralkan suasana. Jika sudah begitu cerita Ano makin lancar dan membuat teman-teman terhibur.

“Bisa jadi sisi ini membuat Ano mendapatkan rahmat Tuhan. Jarang marah dan murah senyum itulah menjadi kebiasaan sampai akhir hayatnya," kunci Chully. (***)

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN