SOROTMAKASSAR -- MAKASSAR, Semangat kepedulian dan kebersamaan kembali ditunjukkan jajaran Kodim 1408/Makassar melalui kehadiran langsung Dandim 1408/Makassar Kolonel Kav Ino Dwi Setyo Darmawan, S.E., M.Han., dalam kegiatan penyerahan bantuan pangan kepada masyarakat di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Untia, Jalan Salodong, Jumat (28/8/2026), tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah, Perum BULOG, DPR RI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meringankan beban warga yang membutuhkan.
Sekitar 200 warga Untia hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan Perum BULOG Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tersebut. Kehadiran Dandim 1408/Makassar menjadi wujud nyata komitmen TNI untuk senantiasa berada di tengah masyarakat, mendukung program pemerintah, serta memastikan berbagai program sosial dapat memberikan manfaat bagi warga.
Kolonel Kav Ino Dwi Setyo Darmawan bersama jajaran dan unsur terkait turut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kehadiran TNI tidak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan, kepedulian, dan kepercayaan bersama masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko, Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Dr. Drs. H.A.M. Nurdin Halid, Dirbinmas Polda Sulsel Kombes Pol. Anang Triarsono, S.I.K., M.Si., Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan Dr. M. Ilyas, S.T., M.Sc., serta sejumlah pejabat pemerintah daerah dan kepolisian.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1408/Makassar menunjukkan dukungan terhadap upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program sosial dan pangan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Sinergi antara TNI, pemerintah, BULOG, DPR RI, Polri, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan masyarakat. Semangat gotong royong tersebut juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan sosial dan ekonomi di tingkat akar rumput.
Kehadiran Dandim di tengah masyarakat sekaligus mencerminkan semangat pengabdian TNI yang senantiasa hadir untuk rakyat. Melalui komunikasi dan kebersamaan, TNI berupaya membangun suasana yang kondusif sekaligus mendorong masyarakat agar terus berpartisipasi dalam mendukung berbagai program pembangunan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI Nurdin Halid menegaskan pentingnya memastikan bantuan pangan tersalurkan secara tepat sasaran, transparan, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi kerja sama BULOG, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
Sementara itu, Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko menegaskan bahwa bantuan pangan merupakan bentuk kepedulian untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat. BULOG, kata dia, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan agar penyaluran bantuan berlangsung tertib, transparan, dan akuntabel.
Penyerahan bantuan pangan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat berlangsung sekitar pukul 11.35 WITA. Momentum tersebut disambut positif masyarakat karena menunjukkan hadirnya berbagai unsur dalam memberikan perhatian terhadap kebutuhan warga.
Bagi Kodim 1408/Makassar, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari semangat pengabdian untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran Dandim menjadi simbol bahwa TNI senantiasa siap berdiri bersama rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan dan mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.55 WITA dalam keadaan aman dan tertib. Semangat kebersamaan yang terbangun di Untia diharapkan terus menjadi energi positif dalam memperkuat ketahanan pangan, kepedulian sosial, serta persatuan masyarakat menuju Makassar dan Indonesia yang semakin tangguh dan sejahtera. (*Rz)





