Gempa Majene, 49 Orang Tewas, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat

SOROTMAKASSAR -- Mamuju.

Gempa 6,2 magnitudo yang mengguncang Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1) dini hari masih menimbulkan banyak korban berjatuhan.



Gempa yang tak kalah besar terjadi di Sulbar sehari sebelumnya, Kamis (14/1) pukul 14.45 WITA dengan kekuatan 5,9 magnitudo.

Guncangan gempa yang kuat membuat banyak bangunan roboh hingga memutus akses jalan darat Mamuju-Majene usai terjadi longsor. Padahal, jarak antara Majene ke Mamuju mencapai 100 kilometer.

Berikut kumparan rangkum perkembangan terakhir gempa yang terjadi di Sulawesi Barat hingga Sabtu (16/1) malam.

Bangunan yang rusak usai diguncang gempa di kota Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021)



Jumlah korban tewas akibat gempa di Sulbar hingga Sabtu (16/1) pukul 19.00 WIB bertambah menjadi 49 orang.

"Dan informasi kebencanaan yang ada di Indonesia, pertama gempa di Mamuju, Majene, korban jiwa 49. Di kabupaten Mamuju 40 dan Kabupaten Majene jumlahnya 9 orang," ujar Direktur Operasi dan Latihan Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji di Pelabuhan JICT.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati menyebut total korban yang mengalami luka-luka di dua kabupaten itu mencapai 826 orang.

Pemerintah menetapkan status penanganan bencana gempa 6,2 M di Sulbar menjadi tanggap darurat. Sejauh ini, status tanggap darurat ini berlaku 1-2 pekan ke depan sambil memantau perkembangan di lapangan.

"Update terkini yang ada di Sulbar saat ini, tadi pagi telah ditetapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi," ujar Raditya.

"Penetapan tanggap darurat tadi sudah disampaikan oleh BNPB dan gubernur, bahwa akan ditetapkan selama 1-2 minggu ini sesuai melihat kondisi situasi," lanjutnya.

Kepala Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB, Bambang Surya Putra, menuturkan sejumlah ruas jalan Trans Sulawesi penghubung Majene-Mamuju yang sempat terputus akibat longsor, kini sudah bisa dilalui kendaraan.

"Alhamdulilah jalur Majene-Mamuju fix A1 udah tembus," ucap Bambang.



Jalur tersebut dapat kembali dibuka setelah Dandim 1401/Majene, Letkol Inf Yudi Rombe dari Komando Daerah Militer (Kodam) XIV/Hasanuddin, menugaskan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 8/SMG untuk membuka akses menggunakan alat berat.

Hingga Sabtu (16/1/2021)pagi sekitar pukul 07.32 WITA atau 06.31 WIB, BMKG telah mencatat terjadi 32 kali gempa susulan di Sulbar. Catatan ini dikumpulkan sejak gempa pembuka sebesar 5,9 magnitudo pada Kamis (14/1/2021).

"Tetapi gempa ini menjadi gempa ke-23 pasca gempa utama dengan magnitudo 6,2 pada Jumat, 15 Januari 2021, pagi dinihari pukul 01.28 WIB," kata Kabid Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono.

Hingga Sabtu malam, gempa dengan intensitas yang lebih kecil masih terjadi di Sulbar. Belum ada keterangan lebih lanjut dari BMKG soal berapa rincian penambahan gempa susulan.

Gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang mengguncang Sulawesi Barat (Sulbar) melumpuhkan jaringan listrik di Kabupaten Mamuju. Namun, seiring berjalannya waktu, jaringan listrik di Mamuju berangsur pulih.

"Jaringan listrik padam sebagian sudah bisa dinyalakan," ujar Raditya.

Rumah Sakit Mitra Manakarra yang rusak akibat gempa bumi di Mamuju, Sulawesi Barat.


Di kesempatan yang sama, Bambang menuturkan sejauh ini jaringan listrik di Mamuju sudah pulih 59 persen.

"Terkait dengan pasokan listrik, berdasarkan laporan PLN yang melaksanakan recovery di Mamuju, kondisinya sudah 59 persen yang sudah hidup," ucap Bambang.

Menurut Bambang, kendala listrik saat gempa terjadi hanyalah masalah distribusi aliran listrik.

"Berdasarkan info dari PLN, jaringan tegangan tinggi aman, tak ada kendala. Kendala hanya jaringan distribusi, sehingga jaringan distribusi yang fokus dikerjakan sehingga bisa menghidupkan jaringan listrik di rumah-rumah, khususnya bagi rumah yang tak terdampak signifikan," tuturnya.

Tak hanya listrik, jaringan komunikasi juga sudah mulai pulih. Meski demikian, diakuinya sejumlah infrastruktur di Mamuju memang mengalami kerusakan parah. (*)

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN