Sarjan, Mudik Jalan Kaki Jakarta-Bima (3) : Nyeberang Manfaatkan Jasa Calo

Pin It

Oleh : M. Dahlan Abubakar

Di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mobil pribadi dan perorangan dilarang naik ke atas fery. Pemeriksaan sangat ketat. Bagaimana dengan Sarjan yang berjalan kaki seorang diri ? Dia dapat akal memperhatikan mobil truk yang mengangkut logistik tujuan Lombok. Setelah menemukan mobil sasarannya dia mendekati calo-calo penyeberangan yang bersedia memberikan jasanya, tentu tidak gratis. Rupanya tidak terlalu sulit menemukan mereka. Di daerah penyeberangan dan pelabuhan banyak penawar jasa seperti ini.

Modusnya, calo yang akan mengontak sopir truk. Sopir tentu sangat maklum dengan para calo ini. Sarjan diminta dinebengkan pada truknya dan nanti berlagak seperti kernet (pembantu sopir). Untuk tugas calo ini Sarjan harus merogok koceknya Rp 100 ribu. Pada sopir, Sarjan minta diturunkan di sebelah, Gilimanuk. Sebab dia akan mulai berjalan kaki lagi hingga ke pantai timur Pulau Bali, di penyeberangan feri Padang Bai, sejauh 158,2 km.

Di kawasan pelabuhan penyeberangan Padang Bai, banyak calo yang nongkrong menunggu pengguna jasa. Masih berlagak seperti di Ketapang Banyuwangi, Sarjan nebeng lagi di truk bagaikan seorang kernet. Dia merogoh koceknya Rp 100 ribu untuk membalas jasa baik calo tersebut sebelum melompat naik ke truk yang akan membawanya bersama fery melintasi Selat Lombok yang harus ditempuh sekitar 5 jam hingga di Pelabuhan Lembar Lombok Barat.

Hari sudah siang ketika dia tiba di Lembar, kemudian berjalan kaki lagi hingga di Tugu Sapi, Bundaran yang ke Bandara Internasional Lombok Praya dan ke Kota Mataram dan Pelabuhan Lembar. Seorang temannya yang kuliah di Mataram sudah menunggu di bundaran ini. Saat wawancara berlangsung, dia sudah berada di kediaman keluarganya di Kota Mataram.

Jika dikalkulasi jarak tempuh perjalanan Sarjan Jakarta hingga Mataram, tidak termasuk jarak di penyeberangan fery, total tercatat 1.502,27 km. Jarak Jakarta-Banyuwangi via Jalan Pantura 1.063, 2 km, tidak termasuk Gilimanuk-Padang Bai 152,12 km dan Lembar-Kota Mataram 21,2 km. Perbedaan jarak ini terjadi karena Sarjan saat di ruas Pantura Subang berbelok ke selatan, Sumedang, Bandung dan terus ke timur yang jaraknya lebih jauh.

Dalam catatan di media daring, jarak 1 km bisa ditempuh seseorang pejalan kaki dalam waktu 15 menit jalan santai. Setiap orang normal bisa menempuh jarak 19,2 km per hari. Namun Sarjan telah mematok jarak hingga 100 km per hari harus diselesaikan karena ada sasaran dan tujuan yang hendak dicapai, tiba di Bima 2 atau 3 hari sebelum Lebaran 1441 H.
Jika setiap hari dia berjalan mulai pukul 06.00 hingga 22.00, disertai istirahat, berarti dia menghabiskan waktu 16 jam mengayunkan langkahnya. Delapan jam lainnya digunakan istirahat (menginap).

Sepanjang bulan April, mulai tanggal 26 hingga 30 April dia memerlukan waktu 118 jam dikurangi 4 malam istirahat (4 x 8 jam) sehingga waktu bersih yang digunakan 86 jam. Sementara sepanjang bulan Mei (tanggal 1 s/d 11 Mei pukul 13.00) dia mengoleksi 240 jam perjalanan dikurangi 80 jam (dari 10 hari untuk istirahat/menginap) plus 11 jam sisa hari terakhir, sehingga total waktu bersih 171 jam. Total waktu bersih perjalanan Sarjan adalah 257 jam.

Jika lama perjalanan bersih dikalikan dengan panjang jarak tempuh normal rata-rata per jam rata-rata 3,5 km, maka diperoleh total jarak 899,5 km. Adanya selisih waktu berdasarkan jarak yang dilalui berdasarkan jarak antarkota yang total 1.502,27 km itu besar kemungkinan, Sarjan mampu menempuh jarak per km di atas catatan yang dikutip di media daring (3,5 km/jam) itu.

Adik saya H.Sofwan, S.H., M.Hum yang bertemu Sarjan di Kampus Unram, Rabu (13/5/2020) siang memperoleh informasi, dia akan melanjutkan perjalanan bertemu dengan kedua orangtuanya di Bima tidak lagi berjalan kaki, tetapi menggunakan sepeda motor dengan salah seorang temannya.

Jika jarak Jakarta-Mataram digabung dengan jarak tersisa Mataram-Parado, maka mahasiswa UIN Jakarta ini berhasil menuntaskan perjalanannya dengan menempuh jarak mendekati 2.000 km, tetapi 1.502,27 km di antaranya diselesaikan dengan berjalan kaki. (*)

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN