SOROTMAKASSAR -- WAJO, Sutera bukan sekadar kain bagi masyarakat Wajo. Ia merupakan identitas, warisan budaya, sekaligus potensi daerah yang terus diperkenalkan kepada publik. Semangat tersebut turut dibawa Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Wajo dalam Sengkang Silk Karnaval,
salah satu rangkaian Festival Danau Tempe 2026, Minggu (4/10/2026).
Kepala Diskominfotik Kabupaten Wajo, Andi Musdalifa, mengatakan keikutsertaan jajarannya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta pengembangan potensi daerah.
“Keikutsertaan ini merupakan wujud dukungan terhadap pelestarian budaya, promosi pariwisata, serta pengembangan potensi daerah Kabupaten Wajo yang kaya akan warisan sutera dan keindahan Danau Tempe,” kata Andi Musdalifa.
Menurutnya, Sengkang Silk Karnaval tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi pariwisata Wajo kepada masyarakat secara lebih luas.
Kegiatan tersebut juga mempertemukan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan pemangku kepentingan dalam satu panggung kreativitas. Setiap peserta menghadirkan gagasan, warna, serta semangat masing-masing untuk menyemarakkan Festival Danau Tempe 2026.
Dalam kesempatan itu, Diskominfotik Wajo turut membawa pesan tentang pentingnya keterbukaan informasi publik. Yel-yel “Terbuka Informasinya, Maju Daerahnya” digaungkan sebagai simbol komitmen bahwa pembangunan daerah membutuhkan komunikasi dan keterbukaan antara pemerintah dengan masyarakat.
“Melalui semangat kebersamaan dan kreativitas, Dinas Kominfotik Kabupaten Wajo hadir untuk menyemarakkan festival yang menjadi kebanggaan masyarakat Wajo,” ujar Andi Musdalifa.
Sengkang Silk Karnaval merupakan bagian dari rangkaian Festival Danau Tempe 2026 yang mengangkat kekayaan budaya dan pariwisata Kabupaten Wajo. Sutera Sengkang menjadi salah satu identitas budaya yang mendapat ruang penting dalam perhelatan tersebut.
Bagi pemerintah daerah, keterlibatan perangkat daerah dalam karnaval tidak sekadar untuk meramaikan kegiatan. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi potensi daerah sekaligus memperkenalkan identitas Wajo kepada masyarakat yang lebih luas.
Dari keindahan kain sutera hingga pesona Danau Tempe, Wajo ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi energi untuk mengembangkan pariwisata, menggerakkan ekonomi, dan memperkuat citra daerah.
Wajo bukan hanya daerah penghasil sutera, tetapi daerah yang terus merawat identitas budayanya untuk menjadi kekuatan pariwisata dan pembangunan. (Ishak)
