*Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Video Conference dengan Awak Media
SOROTMAKASSAR -- Makassar.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengadakan video conference dengan awak media di Posko, Balai Jend. M. Yusuf, Jl. Jend. Sudirman, Makassar, Kamis (2/4/2020) pukul 19.24 Wita.
Erwin Werianto, S.STP Kabid Humas Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Sulsel memandu video conference tersebut.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel, Mohamad Husni Thamrin, SKM, M.Kes, mengatakan,ada beberapa penambahan kasus yakni ODP bertambah menjadi 1.305 orang, PDP bertambah menjadi 123 orang, kasus positif 66 orang, tidak ada penambahan kasus.
“Ada 4 orang yang dinyatakan sembuh, harapan kami mudah-mudahan 66 orang yang positif ini berangsur-angsur sembuh. Kode pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh yakni 286, 309, 777 dan 728. Data yang masuk kepada kami hanya kode Covid dan tim kami sementara telusuri di mana dirawat dan tempat tinggalnya,” ujarnya.
Untuk tempat pemakaman di Samata, Kabupaten Gowa seluas 1,4 hektare, katanya, diharapkan berjalan lancar.
"Tadi ada informasi bahwa telah meninggal di RS. Siloam seorang pasien, sementara proses pemulasaran jenazah dan akan dimakamkan di Samata Kabupaten Gowa. Telah berkoordinasi dengan pihak Pemkot Makassar untuk mengurangi pergerakan masyarakat dan mengoptimalkan physical distancing,” jelasnya.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulsel juga akan meng-update data posko pada pukul 10.00 Wita dan pukul 18.00 Wita.
Meski ketersediaan ventilator mencukupi, menurut Husni Thamrin, peruntukannya bagi kasus pneimonia yang berat. Itu pun tidak semua diberikan, bahkan ada yang positif dianjurkan isolasi mandiri.
Ada 2 tempat yang digunakan untuk menguji sampel yakni Balai Besar Laboratorium Makasaar dan Laborotorium Universitas Hasanuddin yang masing-masing bisa memeriksa 80 orang per hari. Jadi maksimal 160 per hari.
Progress pembenahan RS Sayang Rakyat, katanya, saat ini sudah 70 persen dan direncanakan selesai dalam waktu 120 hari, namun diharapkan bisa lebih cepat. Jumlah kamar yang disiapkan nantinya berjumlah 118 kamar dan 10 kamar diantaranya merupakan kamar isolasi.
Husni Thamrin meminta media agar melakukan edukasi terhadap masyarakat bahwa kalau di rumah cukup mencuci tangan menggunakan sabun atau deterjen. Begitu pula untuk bersih-bersih di rumah tidak usah disemprot cukup dengan menggunakan cairan pembersih lantai.
Kakesdam XIV/Hasanuddin, Kolonel Ckm. dr. Soni Endro Cahyo Wicaksono mengatakan, angka-angka saat ini ada kenaikan tapi tidak massif. Kita sudah melakukan deteksi dini di tempat-tempat keramaian, namun dalam kerumunan tersebut tidak ada ditemukan orang yang terindikasi.
“Pasien yang harus diswap yakni pasien yang dicurigai PDP. Setelah tes pertama dinyatakan positif akan dilakukan tindakan lanjutan. Begitupula jika negatif akan diberikan edukasi. Untuk data yang diuji saat ini ada di Balai Besar Laboratorium Makassar,” ujarnya.
Peralatan kita sudah cukup, lanjut dr. Soni, tapi kendala yang dihadapi yakni adanya larutan yang langka dan hanya bisa bisa didatangkan dari Jakarta.
"Jika ada pasien yang meninggal, maka alarm di posko berbunyi dan sudah ada protapnya serta susunan satuan tugas masing-masing," katanya sembari meminta kepada media agar melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa situasi saat ini adalah tugas dan tanggungjawab kita bersama termasuk kegiatan pemakaman jenazah.
Dokter Soni juga mengaku telah melakukan beberapa kali screening suhu tubuh dengan menggunakan drone terhadap kerumunan orang. Jika ditemukan suhu tubuhnya meningkat, maka ada tim yang memeriksa.
"Semua larutan kimia yang digunakan untuk penyemprotan jika sesuai dengan takarannya, maka tidak ada masalah terhadap kesehatan,” terangnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulsel, Endro mengatakan, BPBD Provinsi dan Kab/Kota saat ini telah melakukan berbagai langkah dan upaya preventif dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. (ril)
