Rapat Pemulihan Ekonomi di DIY, Menteri PPN Siapkan Quick Wins

Pin It
SOROTMAKASSAR -- Yogyakarta.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa pada hari Kamis, 15 Oktober 2021 bertolak ke Yogyakarta untuk mengikuti sejumlah kegiatan. Salah satunya mengikuti Rapat Menteri dengan Gubernur D.I. Yogyakarta yang berlangsung di Kawasan Kepatihan Yogyakarta. Dalam agenda kunjungan kerja ini, Kementerian PPN/Bappenas akan selalu memberikan perhatian kepada berbagai daerah dalam kerangka pemulihan sosial ekonomi dampak pandemi Covid-19. Selain itu, Kementerian PPN juga telah menyiapkan strategi besar untuk penyiapan transformasi ekonomi Indonesia yang berbasis kewilayahan tidak terkecuali di Yogyakarta.

“Menyimak data DI Yogyakarta bahwa dampak Covid-19 berpengaruh terhadap perekonomian DIY dan penurunan pertumbuhan ekonomi DIY hingga minus 6,7 persen pada Triwulan II 2020, maka perlu diperkuat lagi strategi pemulihan ekonomi agar Yogyakarta dapat kembali bangkit,” ujar Menteri Suharso usai melakukan pertemuan dengan Gubernur D.I.Yogyakarta.

Menteri Suharso terkesan dengan apa yang telah dilakukan oleh Pemprov Yogyakarta dalam menjalankan tatanan normal baru yakni melalui pendekatan budaya.

“Pelajaran menarik dari Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pendekatan budaya dalam membangun tatanan normal baru dengan penguatan “Semangat Baru”, dengan landasan "Mangasah." Mingising Budi, Memasuh Malaning Bumi, yang artinya mengasah ketajaman akal-budi, membasuh malapetaka bumi. Bersama-sama meningkatkan ilmu pengetahuan dan melestarikan lingkungan serta eratkan budaya bergotongroyong dalam mengatasi masalah bersama bangsa ini,” ungkap Menteri.

 
Dalam konteks pembangunan ekonomi di DIY, Pemerintah mendorong 3 Pilar utama, yakni : (1) Pemulihan Ekonomi, (2) Transformasi Ekonomi, (3) Pertumbuhan Ekonomi Inklusif.

Diperlukan Quick Wins dalam Strategi Pemulihan Ekonomi, baik percepatan belanja pemerintah, pemilihan program/proyek prioritas, penguatan UMKM dam ekonomi desa, Harapannya, pemulihan daya beli, peningkatan pendapatan, pengurangan pengangguran, dan peningkatan konsumsi.

“Hal ini bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi wilayah. Dengan dukungan Dana Keistimewaan (Dais), semoga mendukung percepatan pembangunan DIY,” jelas Menteri.

Sedangkan untuk agenda transformasi ekonomi, pemerintah juga mendorong beberapa kegiatan seperti Major Project RPJMN 2020-2024 yang terkait di DIY, adalah (1) DPP Borobudur dan sekitarnya; (2) Pembangkit Listrik 27.000 MWA, khususnya gardu induk 120 MVA dan transmisi 8 kms, (3) Akses Sanitasi, dan (4) Akses Air Minum.

Kemudian transformasi ekonomi melalui Pembangunan Pelabuhan Perikanan Tanjung Adikarto, Pembangunan Jalur KA Bandara YIA (pola SBSN), Penyelesaian Jalan Lintas Pansela Yogyakarta (Rakorgub), serta Pembangunan Jogya Outer Ring Road (penyiapan readiness  criteria). (*)

WWW.SOROTMAKASSAR.COM

Taman Telkomas, Jln Satelit IV No. 64 Makassar, Sulawesi Selatan.
Telp/HP : 0411-580918, 0811448368, 082280008368.

Jln Sultan Hasanuddin No. 32 (Kembang Djawa) Makassar, 
Sulawesi Selatan. Telp/Hp : 0811446911. 

Copyright © 2018 SOROTMAKASSAR.COM. All Rights Reserved.

REDAKSIDISCLAIMER | IKLAN