SOROTMAKASSAR — MAKASSAR, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2026-2030, Dr. Andi Atssam Mappanyukki, S.Or., M.Kes., mengajak seluruh civitas akademika meninggalkan perbedaan yang muncul selama proses pemilihan dekan dan kembali memperkuat kolaborasi demi kemajuan fakultas.
Ajakan tersebut disampaikan Andi Atssam usai resmi dilantik sebagai Dekan FIKK UNM oleh Pelaksana Harian Rektor UNM, Prof. Dr. Farida Patittingi, SH., M.Hum., bersama sejumlah pejabat lingkup UNM, di Ballroom Teater Lantai 2 Gedung Menara Phinisi, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Kota Makassar, Jumat (12/6/2026).
“Mari kita lupakan eskalasi yang ada dan mari kita semua berkolaborasi menentukan arah yang terbaik dan strategis bagi fakultas kita selanjutnya,” ujar Andi Atssam.
Sebelumnya, proses demokrasi di FIKK UNM telah mencapai puncaknya dengan menetapkan Andi Atssam Mappanyukki sebagai pemenang Pemilihan Dekan (Pildek). Proses pemilihan dekan periode 2026-2030 berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat kekeluargaan.
Menurut Andi Atssam, kontestasi yang telah berakhir harus menjadi momentum untuk kembali menyatukan seluruh elemen fakultas. Ia mengajak semua pihak melangkah bersama demi mewujudkan masa depan FIKK UNM yang lebih baik.
“Buang jauh segala perpecahan dan silang pendapat, mari bahu-membahu membawa institusi ini menjadi lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan, dalam sebuah lembaga pendidikan, ikatan persaudaraan harus tetap terjaga dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai.
Andi Atssam juga mengingatkan, hakikat seorang pemimpin adalah menjadi pelayan bagi masyarakat dan institusi yang dipimpinnya. Karena itu, seorang pemimpin tidak boleh anti terhadap kritik dan hanya mengharapkan pujian.
“Seorang pemimpin tidak boleh anti kritik atau sekadar ingin dipuji, sebab tugas utamanya adalah melayani dan mengeksekusi program lembaga secara nyata,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Atssam menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menilai jabatan dekan bukan sekadar posisi struktural, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.
“Bagi saya, jabatan ini bukanlah sekadar posisi, melainkan amanah besar yang wajib saya jalankan dengan integritas penuh,” ungkapnya.
Ia berkomitmen memimpin FIKK UNM tanpa membedakan kelompok maupun faksi tertentu. Prinsip keadilan dan inklusivitas, menurutnya, akan menjadi landasan dalam merangkul seluruh elemen fakultas untuk bergerak bersama mencapai tujuan yang sama.
“Prinsip utamanya adalah keadilan bagi seluruh elemen fakultas,” ujarnya.
Lebih jauh, Andi Atssam menargetkan FIKK UNM menjadi fakultas yang semakin kompetitif dan unggul, baik di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut akan diwujudkan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pencapaian berbagai standar akreditasi internasional.
Selain itu, pihaknya juga berkomitmen mendorong digitalisasi dan inovasi di berbagai sektor, termasuk pengembangan infrastruktur penunjang yang dinilai penting untuk menjawab tuntutan perkembangan zaman.
“Kami berkomitmen mewujudkan digitalisasi dan inovasi melalui penerapan program digitalisasi serta perbaikan infrastruktur yang krusial untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan,” tandasnya.
Ia berharap momentum pelantikan tersebut menjadi titik awal memperkuat sinergi dan harmoni seluruh civitas akademika FIKK UNM, sehingga berbagai perbedaan yang pernah muncul dapat ditinggalkan demi kemajuan bersama.
“Selanjutnya kita terus membangun harmoni dan kolaborasi yang kuat untuk membuang segala perpecahan dan silang pendapat, serta bahu-membahu untuk kemajuan fakultas dalam semangat kebersamaan,” pungkasnya. (Wahyudin/Hdr)