SOROTMAKASSAR -- Mamuju.
Rani (18), pasien rujukan dari Puskesmas Topore, Desa Topore, Kecamatan Papalang, Kabupaten Mamuju melahirkan secara prematur di Rumah Sakit (RS) Lapangan TNI AD, Jumat (12/2/2021).
Umur kandungan Rani, warga Tarailu, Kecamatan Campaga baru berjalan 22 minggu (5 bulan 2 minggu) terpaksa harus melahirkan secara prematur. Hasil pemeriksaan dokter, kematian janin dalam rahimnya.
Persalinan dipandu Mayor Ckm dr. I Gede Manu Mahendra,Sp.OG berjalan normal. Karena ada plasenta yang tertinggal, akhirnya dilakukan tindakan kuretase.
Dandenkesyah 1404.02 Parepare Letkol Ckm. Asnawi, S.Kep.Ners ketika dihubungi mengatakan, pasien tersebut saat memeriksakan kandungannya didampingi suaminya.
Hasil USG janin dalam rahimnya sudah tidak ada denyut jantung dan diperkirakan meninggal beberapa hari lalu sehingga dokter mengambil tindakan untuk mengeluarkan janin tersebut.
"Persalinannya berjalan lancar termasuk tindakan kuretase," tuturnya.
Selama ini Rani mengaku tidak pernah memeriksakan kandungannya lewat USG karena di puskesmas tidak dilengkapi sarana seperti itu.
"Lewat perawat puskesmas, saya dianjurkan untuk memeriksakan kandungan di RS Lapangan TNI AD karena sarananya lengkap," ucap Rani didampingi suaminya.
Ibu muda ini juga mengatakan, ini adalah anak pertama sejakĀ pernikahannya bulan Juni tahun 2020.
"Terima kasih saya ucapkan kepada pihak rumah sakit TNI AD yang telah membantu mengeluarkan janin dalam rahim istri saya," kata Haeril, suami Rani. (*)