SOROTMAKASAR -- Toraja Utara.
Masuk dalam tahun ke-11 berdirinya Kabupaten Toraja Utara yang memisahkan diri dari Toraja Induk, memang belum dapat berbuat banyak karena tiga tahun berturut-turut mengalami defisit.
Namun demikian, kendati masih terbilang belia, tapi selama empat kali berturut-turut Kabupaten ini sudah berhasil mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Dalam rangka HUT ke-11 Toraja Utara tahun 2019 ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara memperingatinya secara sederhana dengan menyelenggarakan Ibadah Syukur dihalaman Kantor Bupati pada Sabtu (27/07/2019).
Peringatan HUT ke-11 Kabupaten Toraja Utara tahun ini mengusung tema 'Akselerasi Pembangunan Berwawasan Lingkungan Dengan Optimalisasi Potensi Daerah'.
Ibadah syukur HUT ke-11 Toraja Utara ini dihadiri Aparatur Sipil Negara (ASN), tenaga kontrak, dan tenaga sukarela. Selain itu turut juga hadir Wakil Bupati Yosia Rinto Kadang, Dandim 1414 Tana Toraja Letkol Czi Hiras M S Turnip, Kepala Kejari Tana Toraja Jefri Penanging Makapedua, Waka Polres Tana Toraja Kompol Jacob Lobo, tokoh agama dan tamu undangan.
Kalatiku Paembonan dalam sambutannya menyampaikan, sudah 11 tahun terbentuknya Toraja Utara sebagai daerah baru dan definitif. Selama kepemimpinannya tiga tahun terakhir, dirinya telah berusaha meyakinkan kepada berbagai pihak terkait kinerja pemerintah.
"Dengan Pemekaran yang terjadi sebelas tahun lalu, sangat berarti bagi rakyat. Kita berusaha berbuat dan telah merasakan bagaimana komunikasi, dan hasil pembangunan dicapai telah nyata di masyarakat," tutur Kalatiku.
Selain itu lanjut Kalatiku, bantuan empat jalur jalan provinsi yang masuk ke Toraja Utara dan pendestrian atau trotoar yang dianggarkan Rp 23 miliar dari Pemprov Sulsel yang disebut program Kota Rantepao Bebas Debu akan dinikmati masyarakat Toraja Utara nantinya.
"Mari kita berikan dukungan program Pemprov Sulsel, terutama partisipasi dari masyarakat harus kita capai itu," harapnya.
Bupati Kalatiku juga memamerkan prestasi Pemda Toraja Utara seperti, empat kali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Sulsel mengenai LKPD tahun 2015-2018, yang merupakan bukti bahwa pemerintahan berjalan dengan baik.
Dia berharap kedepan, ketahanan pangan Toraja Utara jauh lebih baik lagi, agar kemandirian pangan bisa tercapai dengan kerjasama birokrat untuk sungguh-sungguh bekerja dengan baik.
"Bila nanti tidak mencapai itu semua kita akan malu. Mari kita bekerja dan mendoakan apa yang dikerjakan, karena tugas kita semakin berat, tapi tugas adalah tanggung jawab kita bersama dan mari bersama sukseskan dalam sebuah tekad kebersamaan," harapnya.
Terkait adanya pengunduran jadwal puncak peringatan HUT ke-11 Toraja Utara, Kalatiku menjelaskan akan ditentukan jadwalnya oleh Gubernur Sulsel setelah perayaan Idul Adha, dan berharap dapat berlangsung dengan baik serta hikmat. (dh)